RADARTUBAN - Harga emas Antam di pasar domestik mengalami penurunan tajam pada hari Selasa (17/6), tercatat turun menjadi Rp1.800.000 per gram dari kisaran stabil Rp1.950.000 per gram yang berlangsung selama enam hari terakhir.
Penurunan ini selaras dengan anjloknya harga emas dunia yang dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan kebijakan moneter global.
Salah satu faktor utama pemicu melandainya harga emas adalah munculnya spekulasi mengenai kemungkinan tercapainya gencatan senjata antara Israel dan Iran.
Isu tersebut mengurangi ketegangan pasar yang sebelumnya didorong oleh kekhawatiran eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Di sisi lain, para investor global juga sedang menahan diri untuk menunggu keputusan kebijakan suku bunga dari Federal Reserve AS.
Ketidakpastian terhadap arah kenaikan atau penurunan suku bunga membuat investor banyak melakukan aksi ambil untung (taking profit) dari aset-aset safe haven seperti emas.
Penurunan harga logam mulia ini menjadi peringatan bagi para pelaku pasar dan investor yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Market watch pun mengantisipasi pergerakan harga emas selanjutnya yang masih akan dipengaruhi oleh berita terbaru dari konflik di Timur Tengah dan kebijakan The Fed.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni