Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Minat Tinggi Generasi Z Jadi PNS, Wakil Ketua Komisi II DPR Beberkan Realita Birokrasi Masih Banyak Masalah

Alifah Nurlias Tanti • Senin, 23 Juni 2025 | 16:02 WIB
Gen Z memiliki minat yang besar untuk menjadi ASN maupun PNS
Gen Z memiliki minat yang besar untuk menjadi ASN maupun PNS

RADARTUBAN- Generasi Z, kelompok usia kelahiran 1997 hingga 2012, menunjukkan minat tinggi untuk meniti karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Fakta ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin, yang menyoroti ketertarikan anak muda terhadap stabilitas dan nilai pengabdian di sektor publik.

Namun, menurut Zulfikar, ekspektasi besar Gen Z terhadap birokrasi sering kali berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan.

“Yang dirasakan saat ini baru fleksibilitas kerja. Untuk pengembangan karier, kenyataannya masih belum terasa,” ujarnya, Sabtu (21/6).

Generasi Z dikenal sebagai generasi yang menginginkan pola kerja fleksibel, ruang tumbuh, literasi digital yang kuat, serta proses rekrutmen yang bersih dan terbuka.

Mereka juga menaruh perhatian besar pada kesehatan mental dan keseimbangan kehidupan kerja.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah telah mulai menerapkan transformasi digital dan Reformasi Birokrasi 4.0.

Namun, Zulfikar menegaskan bahwa implementasi nyata terhadap nilai-nilai tersebut masih berjalan lambat.

Zulfikar juga menyoroti masih adanya praktik korupsi dalam proses rekrutmen dan promosi jabatan.

“Idealnya penerimaan ASN itu transparan. Tapi sampai hari ini, saya masih mendengar cerita soal adanya biaya tambahan untuk lulus seleksi atau naik jabatan, dari eselon IV sampai eselon I,” ucapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan berintegritas.

Meski ada upaya seperti zona integritas dari Kemenpan RB, menurutnya hal itu belum cukup menjawab persoalan mendasar, termasuk tingginya angka ASN yang mengalami gangguan kesehatan mental akibat tekanan birokrasi yang berat.

Upaya modernisasi birokrasi juga diakui masih belum maksimal. Sistem kerja yang belum sepenuhnya terintegrasi antar platform membuat efisiensi kerja ASN belum optimal.

Menurut Zulfikar, integrasi perangkat lunak dan layanan publik digital masih memerlukan penyempurnaan untuk menjawab tantangan zaman.

Di tengah berbagai tantangan ini, Zulfikar mempertanyakan alasan kuat di balik besarnya minat Gen Z terhadap profesi PNS.

“Kalau Gen Z masih berminat besar bekerja di birokrasi, saya justru penasaran, kenapa bisa begitu?” katanya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Zulfikar Arse Sadikin #Gen Z #dpr #Zulfikar #Minat Tinggi #Indonesia #birokrasi #PNS #ASN