RADARTUBAN-Workshop AI for Teacher di Tuban mendapat atensi dari Staf Ahli Menteri Hukum Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Penguatan Reformasi Birokrasi, Dr. Sucipto, SH M.H, M. Kn.
Dihubungi Jawa Pos Radar Tuban melalui sambungan telepon, putra daerah Tuban itu menyampaikan support-nya terhadap kegiatan tersebut.
Doktor Sucipto menyatakan mengupayakan datang pada tahap pertama workshop pada Sabtu, 19 Juli.
‘’Insyaallah, saya datang. Segera kirim undangannya,’’ ujarnya.
Tak salah Presiden Prabowo Subianto menunjuk pejabat eselon I (pimpinan tinggi madya) asal Tuban itu menduduki jabatan strategis di Kementerian Hukum RI.
Itu karena begitu concern-nya Doktor Sucipto dengan bidang yang digeluti.
Belum lama ini, persisnya pada 24 Mei lalu, dia mewakili menteri hukum untuk menghadiri HUT PGRI ke-76 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Pada gawe besar organisasi pendidik tersebut, Doktor Sucipto bergabung bersama Ketua Umum PGRI Prof Dr. Unifah Rosyidi, M. Pd dan perwakilan guru dari seluruh tanah air.
Begitu perhatiannya dengan bidang hubungan antar lembaga dan penguatan reformasi birokrasi, mantan Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham itu langsung merespons begitu Jawa Pos Radar Tuban menggelar pelatihan AI bagi guru se-Kabupaten Tuban.
Seperti diberitakan, tahap pertama workshop yang dijadwalkan 19 Juli mendatang tersebut diikuti 90 pendidik SMK/SMA negeri dan swasta se-Kabupaten Tuban.
Pematerinya, peneliti ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Salimulloh Tegar Sanubarianto.
Tahap berikutnya, kegiatan yang sama menyasar pendidik MA, SMP/MTs, dan SD/MI.
Pelatihan tersebut digelar Jawa Pos Radar Tuban bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro-Tuban dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK Negeri-Swasta se-Kabupaten Tuban.
Doktor Sucipto mengatakan, workshop AI sangat penting bagi pendidik untuk meningkatkan dan mewujudkan transformasi digital dalam pelayanan publik.
‘’Dengan memahami konsep dasar AI, guru mampu mengintegrasikannya dalam proses pembelajaran,’’ terangnya.
Menurut dia, penguasaan AI juga menjadikan guru mampu mengembangkan materi pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik.
Itu karena mereka mampu mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa dan mengembangkan rencana pembelajaran yang lebih efektif.
Lebih lanjut doktor ilmu ekonomi dan bisnis konsentrasi kebijakan publik Universitas Tri Sakti Jakarta itu mengatakan, dengan memahami AI, guru dapat membantu meningkatkan efisiensi pelayanan publik dengan mengembangkan solusi yang lebih efektif dan efisien.
Dengan menguasai AI, lanjut Doktor Sucipto, pendidik juga dapat membantu meningkatkan kemampuan adaptasi siswa dalam menghadapi perubahan teknologi yang cepat.
Juga membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk sukses di era digital.(*)
Editor : Dwi Setiyawan