Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Malam 1 Suro Dekat, Ini 11 Weton Tulang Wangi dan Makna Spiritualnya Menurut Budayawan

Amaliya Syafithri • Jumat, 27 Juni 2025 | 04:38 WIB
Weton Tulang Wangi Menjelang 1 Muharram
Weton Tulang Wangi Menjelang 1 Muharram

RADARTUBAN - Menjelang malam 1 Suro yang jatuh pada Kamis, 26 Juni 2025, topik yang sering menjadi bahan pembicaraan adalah konsep "weton tulang wangi."

Mengutip Kompas.com pada Rabu, (25/6), istilah ini merujuk pada /sebuah kepercayaan budaya yang hidup di tengah masyarakat untuk menyambut datangnya 1 Suro atau 1 Muharram.

Menurut Prof. Sahid Teguh Widodo, Kepala Pusat Unggulan Iptek Javanologi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, tradisi weton tulang wangi mencerminkan upaya pembentukan dan penyempurnaan diri atau self-cultivation.

Self-cultivation, atau pembentukan budaya diri, merupakan bentuk kesiapan batin untuk memasuki awal yang baru, dalam hal ini menyongsong Tahun Baru Islam.

Menurut Sahid, kepercayaan terhadap weton tulang wangi lahir karena pandangan budaya Jawa yang lebih menekankan pada kosmologi ketimbang aspek antropologis.

Dengan kata lain, masyarakat Jawa percaya bahwa eksistensi mereka adalah bagian tak terpisahkan dari keseluruhan jagat raya.

Ada 11 weton yang dianggap istimewa karena termasuk weton tulang wangi.

Deretan weton tersebut adalah Senin Kliwon, Senin Wage, Senin Pahing, Selasa Legi, Rabu Kliwon, Rabu Pahing, Kamis Wage, Sabtu Wage, Sabtu Legi, Minggu Pon, dan Minggu Kliwon.

Orang yang memiliki weton ini diyakini akan mengalami gejala-gejala khusus menjelang malam 1 Suro, seperti tubuh terasa lelah atau pegal, perasaan gelisah yang tak menentu, hingga emosi yang cenderung lebih mudah tersulut.

“Saya rasa weton tulang wangi yang dikaitkan dengan gejala-gejala tersebut tidak jauh dengan self-cultivation orang Jawa untuk menjadi subyek di semesta alam ini sesuai dengan konsep kosmologi tadi,” kata Sahid.

Sementara itu, menurut budayawan yang juga mengajar di Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Drs. Tundjung Wahadi Sutirto, M.Si, individu yang lahir dengan weton tulang wangi umumnya memiliki pesona yang menonjol, ditandai dengan kepekaan spiritual yang tinggi.

“Maka orang dengan weton tulang wangi itu penggambaran wataknya sangat peka terhadap lingkungan, baik lingkungan yang terlihat maupun yang tidak kasat mata,” kata Tundjung. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#weton tulang wangi #tahun baru islam #1 Muharram #malam 1 suro #budaya