Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dedi Mulyadi Gebrak Pantura! Danantara Guyur Rp 26 T untuk Revitalisasi Tambak, Ekonomi Jabar Diprediksi Melejit 26 Persen

Tulus Widodo • Jumat, 27 Juni 2025 | 14:40 WIB
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (tengah) menandatangani nota kesepakatan sinergi program revitalisasi tambak Pantai Utara Jawa, Rabu (25/6).
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (tengah) menandatangani nota kesepakatan sinergi program revitalisasi tambak Pantai Utara Jawa, Rabu (25/6).

RADARTUBAN – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tak main-main dalam memacu laju ekonomi daerah.

Kali ini, Dedi menyambut hangat sekaligus memberi catatan kritis terhadap rencana raksasa dari BPI Danantara yang akan menggelontorkan dana sebesar Rp 26 triliun untuk merevitalisasi 20 ribu hektare tambak di wilayah Pantura Jawa Barat.

Tak sekadar janji, program ini dinilai sebagai upaya strategis yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat hingga 26 persen.

Bukan angka kecil, melainkan terobosan besar yang menyentuh langsung ke akar ekonomi pesisir.

Program revitalisasi ini menyasar empat kabupaten utama di wilayah pesisir utara Jawa Barat.

Di Kabupaten Bekasi, tambak-tambak yang tersebar di Kecamatan Muaragembong, Tarumajaya, Babelan, dan Cabangbungin akan menjadi prioritas utama, dengan total lahan yang disasar mencapai 8.188 hektare.

Sementara itu, di Karawang, wilayah tambak di Kecamatan Pakisjaya, Cibuaya, Batujaya, Cilamaya Wetan, dan Tirtajaya masuk dalam proyek dengan total luas mencapai 6.979 hektare.

Lanjut ke Subang, revitalisasi akan menjangkau sekitar 2.369 hektare tambak di Kecamatan Blanakan, Pusakanagara, Legonkulon, dan Sukasari.

Terakhir, Kabupaten Indramayu tak ketinggalan. Sekitar 2.875 hektare tambak di Kecamatan Losarang, Kandanghaur, Cantigi, Pasekan, Sindang, dan Balongan akan ditata ulang agar lebih produktif dan ramah lingkungan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa pembiayaan proyek ini murni berasal dari investor, tanpa membebani APBN.

“Seluruh pendanaan berasal dari Danantara. Pemerintah hanya bertugas mendukung pemetaan wilayah dan regulasi. Skemanya berbasis klaster dan bertahap,” ujarnya usai penandatanganan MoU bersama Pemprov Jabar di Jakarta, (25/6).

Dengan demikian, pemerintah pusat berperan sebagai fasilitator kebijakan dan pengawasan, sementara sektor swasta akan mengelola eksekusi proyek.

Proyek revitalisasi tambak ini bukan proyek kosmetik. Targetnya konkret: menaikkan produktivitas tambak dari hanya 0,6 ton per hektare per tahun menjadi 144 ton.

Komoditas utama yang dibudidayakan adalah ikan nila salin, yang dikenal lebih cepat tumbuh dan tahan penyakit.

Bila semua berjalan sesuai rencana, total produksi dari tambak-tambak ini bisa mencapai 1,18 juta ton ikan per tahun dengan nilai ekonomi lebih dari Rp30 triliun.

Tak hanya itu, program ini juga ditargetkan menciptakan 119 ribu lapangan kerja, baik langsung maupun tidak langsung.

Sebanyak 40 ribu tenaga kerja langsung dibutuhkan untuk operasional tambak modern, sementara sisanya diserap oleh sektor turunan seperti pengolahan, distribusi, hingga ekspor.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi program ini namun memberi peringatan keras.

Dia meminta agar proyek revitalisasi tidak menjadi milik segelintir elite atau perusahaan besar semata.

“Saya tidak mau rakyat hanya jadi penonton. Revitalisasi ini harus melibatkan petambak lokal, nelayan kecil, dan masyarakat pesisir. Jangan sampai lahan mereka malah terpinggirkan karena korporatisasi,” tegas KDM.

Dia juga menyoroti pentingnya keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, banyak lahan tambak sebelumnya merupakan bekas hutan mangrove yang ditebang habis-habisan sejak tahun 1980-an.

Program revitalisasi 20 ribu hektare tambak ini jelas punya potensi besar. Tapi, jangan sampai proyek sebesar ini gagal menyentuh rakyat.

Pemerintah daerah, investor, dan Kementerian harus menjaga agar proyek ini tak hanya jadi berita besar, tapi juga warisan ekonomi dan ekologi yang berkelanjutan. (*)

Editor : Amin Fauzie
#bpi danantara #ekonomi daerah #wilayah pesisir utara Jawa Barat #tanpa membebani APBN #Dedi Mulyadi #Proyek revitalisasi tambak #Ikan Nila Salin #gubernur jawa barat