RADARTUBAN - Presiden AS Donald Trump mengklaim telah menemukan pembeli untuk aplikasi TikTok asal China.
Dia menyatakan bahwa sekelompok individu sangat kaya akan mengakuisisi aset TikTok di AS, namun tidak mengungkap identitas mereka dan baru akan membeberkannya dalam waktu sekitar dua minggu.
Trump menambahkan bahwa kesepakatan ini kemungkinan memerlukan persetujuan dari pemerintah China, tetapi ia optimistis Presiden China Xi Jinping akan menyetujuinya.
"Ngomong-ngomong, kami punya pembeli untuk TikTok. Saya rasa saya mungkin perlu persetujuan dari China. Saya rasa Presiden Xi mungkin akan melakukannya," kata Trump, dilansir dari Reuters, Senin (30/6).
Awal bulan ini, Trump memperpanjang batas waktu hingga 17 September 2025 bagi ByteDance untuk menjual aset TikTok di AS.
AS memiliki undang-undang yang mengharuskan TikTok dijual atau diblokir jika tidak ada kemajuan dalam proses penjualan tersebut.
Berdasarkan undang-undang tersebut, TikTok awalnya diharuskan menghentikan operasinya di AS paling lambat pada 19 Januari, kecuali ByteDance menyelesaikan divestasi aset atau menunjukkan kemajuan signifikan dalam penjualannya.
Sebelumnya, ada rencana untuk memisahkan operasi TikTok di AS menjadi perusahaan baru yang berbasis di AS dan dimiliki oleh investor AS.
Namun rencana tersebut gagal setelah China menolak tarif baru yang diumumkan Trump. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama