Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Skincare Pakai Lemak Sapi, Tren Cerdas atau Bahaya Tersembunyi? Ini Kata Dokter

Nadia Nafifin • Kamis, 3 Juli 2025 | 06:35 WIB
Ilustrasi menggunakan skincare.
Ilustrasi menggunakan skincare.

RADARTUBAN - Di era media sosial saat ini, tren perawatan kulit terus berkembang dengan menghadirkan bahan-bahan unik dan tidak biasa.

Setelah lendir siput, racun lebah, dan DNA ikan salmon, kini dunia kecantikan, khususnya di TikTok, diramaikan oleh tren viral baru: beef tallow atau lemak sapi.

Dilansir dari Vogue Arabia, Rabu (2/7), beef tallow adalah lemak yang berasal dari jaringan lemak sapi, terutama dari area sekitar ginjal atau pinggang yang dikenal sebagai suet.

Setelah diproses, lemak ini berubah menjadi padatan berwarna putih krem.

Menurut Dr. Madhuri Agarwal, pendiri dan direktur medis YAVANA Aesthetics, beef tallow kaya akan asam lemak jenuh serta vitamin A, D, E, dan K.

Komposisi asam lemaknya yang mirip dengan sebum alami manusia membuatnya dipercaya mampu menjaga kelembapan kulit, memperbaiki skin barrier, dan mendukung penyembuhan kulit.

Meskipun baru-baru ini viral, penggunaan beef tallow untuk perawatan kulit sebenarnya telah ada sejak zaman kuno, menurut Dr. Simon Ourian, dokter kulit selebriti Hollywood.

Namun, ia menekankan bahwa pada masa itu, penggunaannya lebih berdasarkan tradisi karena ilmu dermatologi modern belum berkembang.

Banyak orang tertarik pada beef tallow karena sifatnya yang alami, sederhana, dan membangkitkan nostalgia.

Dr. Ourian menyatakan bahwa bahan ini cocok sebagai pelembap alami 'penuh lemak'.

Kandungan asam palmitat, stearat, oleat, dan linoleat di dalamnya diklaim mampu memberikan kelembapan mendalam, memperbaiki kulit kering dan sensitif, serta meredakan iritasi, terutama pada penderita eksim.

Meski beef tallow memiliki manfaat, Dr. Ourian memperingatkan bahwa sifat occlusivenya dapat menyumbat pori-pori, terutama pada kulit berminyak atau rentan berjerawat.

Bahkan berpotensi memperburuk jerawat atau folikulitis. Klaim di TikTok bahwa beef tallow menyembuhkan jerawat bisa keliru.

Selain itu, karena berasal dari hewan, beef tallow berisiko terkontaminasi jika tidak diolah atau disimpan dengan baik, menyebabkan oksidasi atau pertumbuhan bakteri.

Alih-alih menyembuhkan, ini justru dapat memicu iritasi atau infeksi.

Dr. Agarwal menegaskan bahwa belum ada bukti ilmiah kuat yang mendukung efektivitas beef tallow untuk perawatan kulit.

Meskipun beberapa pengguna dengan eksim atau psoriasis melaporkan manfaat, ia tidak merekomendasikannya, terutama untuk mereka yang alergi terhadap produk hewani atau menjalani gaya hidup vegan.

Banyak pengguna TikTok mencoba membuat produk perawatan berbahan beef tallow secara mandiri di rumah.

Namun, para ahli memperingatkan bahwa produk DIY ini berisiko tinggi.

Lemak sapi yang tidak dimurnikan atau diawetkan dengan baik dapat menyebabkan infeksi, mengganggu pH kulit, dan merusak keseimbangan mikrobioma kulit.

Produk buatan sendiri sering kali tidak memiliki standar yang jelas terkait kandungan, konsentrasi, dan ketahanan produk.

Kesalahan kecil dalam pembuatannya dapat menyebabkan iritasi kulit yang parah, peradangan, atau bahkan infeksi.

Oleh karena itu, para ahli setuju bahwa meskipun beef tallow mengandung nutrisi bermanfaat, bahan ini bukan keharusan dalam perawatan kulit.

Sebagai alternatif yang lebih aman dan teruji, ada bahan-bahan seperti squalane, ceramide, hyaluronic acid, shea butter, dan minyak oat.

Menawarkan manfaat serupa seperti melembapkan, menenangkan, dan memperbaiki kulit tanpa risiko tinggi seperti lemak hewani. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#beef tallow #risiko #tiktok #vitamin a #infeksi #jerawat