RADARTUBAN - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan anak bangsa di kancah internasional.
Georgius Audrey Teja, barista asal Indonesia, sukses meraih gelar juara dunia dalam kompetisi bergengsi World Coffee In Good Spirits Championship (WCIGS) 2025 yang digelar di Jenewa, Swiss, akhir Juni lalu.
Dia berhasil meraih juara pertama dalam ajang yang diadakan oleh Specialty Coffee Association pada tanggal 26-28 Juni 2025.
Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian World Coffee Championships, yang mempertemukan para barista terbaik dunia dalam meracik minuman berbasis kopi dan alkohol.
Baca Juga: Boleh Minum Kopi Meski Hipertensi? Ini Tips Aman Nikmatinya
Georgius, yang akrab disapa Odi, tampil gemilang dan berhasil mengalahkan finalis kuat lainnya, termasuk Danny Wilson dari Australia yang harus puas di posisi kedua.
Peringkat ketiga dan keempat masing-masing diraih oleh Van Lin (Taiwan) dan Christos Klouvatos (Yunani).
Kemenangan ini tak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa harum nama Indonesia di panggung kopi internasional.
Penampilan Odi di babak final dinilai mengesankan, baik dari segi teknik, kreativitas, hingga penyajian.
Dia menampilkan dua minuman khas dalam sesi Spirit Bar round, yang menjadi penentu dalam kompetisi tersebut.
Odi bukan sosok baru dalam dunia kopi. Ia memulai karier sebagai barista pada 2017 di sebuah jaringan coffee shop.
Kemudian berkembang menjadi Research and Development Specialist di So So Good Coffee dan Omakafé.
Perjalanan kompetisinya dimulai dari belakang panggung sebagai stage manager di ajang Indonesia Brewers Cup 2019 dan Indonesia Coffee in Good Spirits sejak 2021.
Baru tahun ini ia memberanikan diri turun langsung sebagai peserta, dan langsung menyabet gelar juara dunia di penampilan perdananya.
Dalam wawancaranya usai kompetisi, Odi mengaku banyak terinspirasi dari skena kopi dan bar lokal di Jenewa.
Dia juga mengungkap bahwa olahraga lari menjadi bagian penting dalam persiapan fisik dan mentalnya selama kompetisi.
Keberhasilan Georgius Audrey Teja menjadi bukti bahwa industri kopi Indonesia memiliki kualitas dan talenta yang mampu bersaing di level dunia.
Kemenangan ini juga diharapkan menjadi pemicu semangat bagi barista muda tanah air untuk terus berkembang dan mengharumkan nama Indonesia di panggung global.
Perjalanan Odi dalam menduduki peringkat pertama, bermula saat dia mendapatkan peringkat keenam atau rangking terakhir dengan skor 409.
Selanjutnya Odi berhasil menunjukkan tajinya mengalahkan kelima pesaing dengan skor 378.
Odi juga berhasil membawa dan memperkenalkan cita rasa Indonesia di mata dunia.
Hal ini dikarenakan dalam ajang tersebut Odi menggunakan bahan-bahan lokal Indonesia.
Seperti jahe, kunyit, gula palem, hingga menggunakan biji kopi varietas kartika yang berasal dari Bali. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama