Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Indonesia Jadi Negara dengan Jumlah Perokok Pria Tertinggi di Dunia, Ini Dampaknya bagi Generasi Mendatang

Tulus Widodo • Jumat, 4 Juli 2025 | 15:00 WIB
Indonesia Jadi Negara dengan Perokok Pria Terbanyak di Dunia, WHO Sebut 70,5%
Indonesia Jadi Negara dengan Perokok Pria Terbanyak di Dunia, WHO Sebut 70,5%

RADARTUBAN – Indonesia kembali mencatatkan rekor yang memprihatinkan di panggung dunia.

Berdasarkan data terbaru World Health Organization (WHO) seperti dikutip dari wartaekonomi, Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan jumlah perokok pria terbanyak di dunia.

Persentasenya mencapai 70,5 persen dari total populasi pria dewasa. Artinya, 7 dari 10 laki-laki di Indonesia adalah perokok aktif.

Peringkat kedua ditempati Myanmar (70,2 persen), diikuti oleh Bangladesh (60,6 persen), Chile (49,2 persen), China (47,7 persen), dan Afrika Selatan (46,8 persen).

Statistik ini tidak hanya mengejutkan, tapi juga membunyikan alarm keras terhadap masa depan kesehatan publik di Indonesia.

Ada sejumlah faktor utama yang menjadikan Indonesia surga perokok:

Iklan rokok masih masif di berbagai media dan ruang publik

Harga rokok relatif murah dibanding negara lain

Minimnya regulasi ketat terhadap pembelian dan konsumsi rokok

Kurangnya edukasi kesehatan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat

Budaya permisif: merokok dianggap bagian dari maskulinitas dan gaya hidup

Kondisi ini makin diperparah dengan longgarnya pengawasan terhadap perokok remaja, yang membuat banyak anak laki-laki mulai merokok sejak usia dini.

Merokok bukan sekadar gaya hidup, tapi bom waktu bagi tubuh. Ada beberapa dampak serius yang mengintai perokok pria.

Antara lain, disfungsi ereksi dan infertilitas, penyakit jantung koroner dan stroke, kanker paru dan saluran pernapasan kronis.

Juga, bisa mengakibatkan penurunan fungsi otak dan risiko Alzheimer serta usia harapan hidup menurun drastis.

Menurut WHO, merokok membunuh lebih dari 8 juta orang setiap tahun secara global.

Dan, lebih dari 1 juta kematian itu terjadi di Asia Tenggara, dengan Indonesia menyumbang porsi besar.

Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan, jumlah perokok anak usia 10–18 tahun meningkat dari 7,2 persen (2013) menjadi 10,7 persen (2023).

Ironisnya, banyak di antaranya mulai merokok karena meniru ayah, kakak, atau lingkungan sosial pria dewasa.

Tanpa intervensi serius, Indonesia terancam menghadapi krisis kesehatan nasional dalam 2 dekade ke depan akibat beban penyakit akibat rokok yang terus melonjak.

Beberapa negara seperti Australia, Thailand, dan Uruguay berhasil menurunkan angka perokok dengan regulasi keras dan edukasi yang masif—bukti bahwa perubahan itu mungkin.

Kampanye digital bisa jadi kunci. Di era media sosial, kampanye gaya hidup sehat harus lebih atraktif dan menggugah.

Konten pendek, video kreatif, testimoni mantan perokok, dan influencer sehat bisa menjadi senjata ampuh melawan budaya merokok. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#jumlah perokok pria terbanyak di dunia #WHO #perokok aktif #rokok #Indonesia