RADARTUBAN – Galon air minum BPA-Free sempat menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Tapi, sebenarnya seberapa penting sih label itu?
BPA (Bisphenol A) sendiri merupakan bahan kimia yang sering dipakai dalam pembuatan plastik, termasuk galon air.
Yang menjadi permasalahan adalah BPA ini dapat larut ke dalam air, terlebih lagi jika galon terkena panas atau digunakan berkali-kali.
Menurut beberapa pakar kesehatan, paparan BPA dalam jangka panjang dapat mengganggu hormon di dalam tubuh, berpengaruh ke sistem saraf, bahkan dikaitkan dengan gangguan perkembangan pada anak.
Galon yang bebas BPA lebih aman karena:
• Tidak mengandung zat kimia yang dapat larut ke air
• Lebih aman untuk bayi, anak-anak, dan ibu hamil
• Mengurangi risiko gangguan hormon
Menurut BPOM, sebenarnya galon isi ulang dengan bahan polikarbonat masih aman untuk digunakan, selama sesuai batas migrasi BPA (0,6 mg/L).
Artinya, jika dipakai dan disimpan dengan benar (tidak dijemur, dan tidak rusak), galon biasa pun masih bisa dipakai.
Namun galon BPA-Free tetap dapat menjadi solusi untuk opsi yang lebih aman. Biasanya galon ini berbahan PET dan sekali pakai.
Tips untuk memilih galon air yang aman:
1. Cek kode segitiga daur ulang di bawah galon:
- Pilih kode 1 (PET), 2 (HDPE), 4 (LDPE), atau 5 (PP).
- Hindari kode 7 (mengandung BPA).
2. Hindari galon yang sudah retak, buram, atau terpapar panas.
3. Jangan pakai galon sekali pakai untuk isi ulang berulang kali.
Jika anda sering minum dari galon atau punya anak kecil di rumah, galon BPA-Free dijadikan pilihan yang lebih aman.
Tapi kalau pakai galon biasa, pastikan anda menyimpannya di tempat yang sejuk dan dalam kondisi yang baik.
Karena yang penting bukan cuma jenis galonnya, tapi juga bagaimana cara kamu menyimpannya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni