Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Penjualan Mobil Juni 2025 Ambles 22,6 Persen, Gaikindo Ungkap Sinyal Suram Pasar Otomotif Nasional

Tulus Widodo • Rabu, 9 Juli 2025 | 03:10 WIB
Penjualan mobil Juni 2025 Turun hingga 22,6 persen
Penjualan mobil Juni 2025 Turun hingga 22,6 persen

RADARTUBAN – Pasar otomotif nasional kembali terpukul. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) resmi mengumumkan penjualan mobil Juni 2025 yang menunjukkan tren penurunan tajam, baik secara tahunan (year-on-year/yoy) maupun bulanan (month-to-month/mtm).

Dilansir dari JawaPos.com, total penjualan wholesales hanya mencapai 57.760 unit, anjlok 22,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Juni 2024) yang mencatat 74.615 unit.

Tak hanya dari sisi distributor ke dealer, penjualan retail alias dari dealer ke konsumen juga merosot tajam.

Pada Juni 2025, penjualan mobil secara retail hanya mencapai 61.647 unit, turun 12,3% dibanding Juni 2024 yang sempat menyentuh 70.290 unit.

Wholesales mtm: Turun 4,7 persen dari 60.612 unit (Mei) ke 57.760 unit (Juni)

Retail mtm: Turun tipis 0,6 persen dari 61.307 unit (Mei) ke 61.647 unit (Juni)

Kondisi ini menunjukkan bahwa konsumen masih bersikap wait and see, menahan pembelian di tengah tekanan ekonomi dan suku bunga tinggi.

Gaikindo juga mencatat penurunan cukup signifikan untuk periode Januari–Juni 2025.

Wholesales: 374.740 unit, turun 8,6 persen dari 410.020 unit pada periode sama 2024.

Sedangkan Retail Sales: 390.467 unit, anjlok 9,7 persen dari 432.453 unit (2024).

Sejumlah faktor dinilai ikut mempengaruhi penurunan ini. Di antaranya, kondisi ekonomi global yang belum pulih sepenuhnya serta kebijakan moneter ketat dan suku bunga tinggi.

Juga, naiknya harga barang konsumsi dan BBM serta kekhawatiran akan tarif ekspor dan ketidakpastian geopolitik.

Pelaku industri berharap stimulus fiskal, peluncuran model baru, dan pameran otomotif seperti GIIAS 2025 bisa memicu peningkatan penjualan di paruh kedua tahun ini.

Namun, bila tren makroekonomi tidak membaik, pemulihan pasar bisa tertunda hingga 2026. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#penjualan mobil Juni 2025 #tren penurunan tajam #pasar otomotif #gaikindo #wholesales mobil Indonesia