RADARTUBAN - Fenomena bediding kembali dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Bediding adalah kondisi saat suhu udara terasa lebih dingin dibanding biasanya, terutama di pagi hari.
Fenomena ini umum terjadi di wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Jawa Timur, terutama saat angin monsun timuran sedang aktif.
Bediding bukanlah fenomena cuaca yang baru, melainkan bagian dari siklus musiman yang selalu muncul setiap tahun.
Menurut catatan BMKG, bediding terjadi akibat angin monsun timuran yang bersifat kering dan dingin, minimnya tutupan awan, serta rendahnya curah hujan.
Periode ini berlangsung dari bulan Juni hingga September, atau bertepatan dengan musim kemarau. Suhu udara terendah biasanya tercatat pada bulan Agustus.
Bahkan, suhu terdingin dalam 30 tahun terakhir yang tercatat di BMKG Malang mencapai 11,3 derajat pada Agustus 1994.
Dampak Bediding terhadap Kesehatan Masyarakat
Salah satu dampak utama dari bediding adalah pada sektor kesehatan.
Penurunan suhu secara drastis dapat mempengaruhi indeks kenyamanan tubuh, terutama bagi kelompok usia lanjut.
Orang tua lebih rentan terhadap perubahan suhu ini karena kemampuan tubuh mereka dalam mengatur suhu internal sudah menurun.
Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk menjaga kehangatan tubuh, terutama saat malam hingga pagi hari.
Dampak Terhadap Pertanian dan Komoditas
Bediding juga memberikan dampak signifikan pada sektor pertanian.
Di daerah dataran tinggi, suhu yang sangat rendah dapat memicu terjadinya embun es atau frost.
Embun es ini menyebabkan tanaman menjadi layu bahkan mati, sehingga berdampak langsung pada produktivitas hasil pertanian.
Petani pun diimbau untuk waspada dan mengantisipasi potensi kerugian akibat suhu ekstrem ini.
Sektor Peternakan Tak Luput dari Ancaman
Selain kesehatan dan pertanian, sektor peternakan pun turut terdampak. Suhu udara yang dingin saat bediding berpotensi menyebabkan kematian, khususnya pada peternakan unggas.
Hewan-hewan ternak dengan sistem imun lemah sangat rentan terhadap perubahan suhu mendadak.
Peternak perlu memperhatikan suhu kandang dan memastikan hewan-hewan ternak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup agar tetap sehat.
Mengapa Bediding Perlu Diwaspadai?
Meski merupakan fenomena musiman, bediding tetap perlu diantisipasi.
Masyarakat, khususnya di daerah yang memiliki ketinggian tertentu seperti Malang, Batu, atau sebagian wilayah Ponorogo dan Kediri, harus bersiap dengan segala kemungkinan yang ditimbulkan oleh turunnya suhu udara ini. (*)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban