RADARTUBAN – Kekuatan udara TNI Angkatan Laut kembali bertambah setelah Lettu Laut (P) Dito resmi menyandang status sebagai Captain Pilot Bell 505 Jet Ranger X.
Keberhasilan ini diraih setelah dia menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan intensif, termasuk latihan darurat atau emergency procedure, di bawah pembinaan Wing Udara 2 Puspenerbal.
Dalam pernyataan resminya, Komandan Skuadron Udara 200 Wing Udara 2 Puspenerbal, Mayor Laut (P) Bani, menyatakan bahwa Lettu Dito telah melalui proses pelatihan panjang yang meliputi evaluasi menyeluruh dan simulasi kritis, hingga puncaknya berupa general check bersama instruktur penerbang, Kapten Laut (P) Rayen.
“Setelah melalui tahapan panjang pelatihan, evaluasi, dan simulasi prosedur darurat secara intensif, puncaknya adalah general check bersama instruktur penerbang, Kapten Laut (P) Rayen, yang berlangsung pada Jumat, 11 Juli 2025 ini, Lettu Laut (P) Dito dinyatakan lulus dan layak sebagai Captain Pilot, memperkuat barisan pilot heli operasional TNI AL,” ujar Mayor Bani, melalui rilis resmi.
Baca Juga: Prajurit TNI AL Pembunuh Jurnalis di Kalimantan, Dituntut Penjara Seumur Hidup
Regenerasi Captain Pilot TNI AL Jadi Prioritas
Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal, Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, menegaskan bahwa regenerasi Captain Pilot Bell 505 menjadi langkah strategis dalam menjamin kesiapan tempur dan keberlanjutan pembinaan penerbang TNI AL.
“Bell 505 menjadi salah satu platform andalan dalam pembinaan. Bertambahnya Captain Pilot Bell 505 bukan hanya menambah kekuatan operasional, tapi juga menjadi harapan untuk membina calon-calon penerbang di masa depan,” ungkapnya.
Komitmen untuk melahirkan penerbang-penerbang muda yang handal juga ditekankan oleh Mayor Bani.
Menurutnya, konsistensi dan ketangguhan para penerbang muda menjadi kunci keberhasilan regenerasi di tubuh Wing Udara 2.
Bell 505, Andalan Latihan dan Operasi Ringan
Sebagai bagian dari pembinaan profesional, helikopter Bell 505 Jet Ranger X menjadi tulang punggung dalam latihan dasar manuver, navigasi, hingga simulasi darurat di lingkungan TNI AL.
Helikopter ini dilengkapi dengan avionik modern Garmin G1000H dan mesin Safran Arrius 2R yang efisien dalam konsumsi bahan bakar.
Fleksibilitas dan kemampuannya dalam berbagai skenario menjadikan Bell 505 sebagai salah satu platform vital di Wing Udara 2.
Terciptanya Captain Pilot Bell 505 baru seperti Lettu Dito menjadi bukti nyata keseriusan dalam mencetak generasi penerbang unggul.
“Lahirnya Captain Pilot Bell 505 baru menjadi bukti nyata komitmen Wing Udara 2 dalam mencetak generasi penerbang handal. Ke depan, diharapkan lebih banyak lagi perwira muda yang menyusul langkahnya, mengisi kebutuhan strategis TNI AL di era modernisasi pertahanan saat ini,” jelas Kolonel Adam.
Menuju Modernisasi Udara TNI AL
Dengan keberhasilan Lettu Laut (P) Dito meraih status Captain Pilot, Wing Udara 2 semakin memperkuat kapasitasnya dalam mengawal ruang udara maritim Indonesia.
Regenerasi personel dan pemanfaatan teknologi seperti Bell 505 Jet Ranger X menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan pertahanan yang kian kompleks. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama