RADARTUBAN – Peluang ekspor produk Indonesia ke Amerika Serikat (AS) kini menemukan jalur baru yang lebih kompetitif.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Timor Leste tengah menjajaki skema kerja sama re-ekspor, memanfaatkan tarif ekspor rendah yang dimiliki Timor Leste ke Negeri Paman Sam.
Inisiasi ini berpotensi menjadi terobosan besar dalam strategi ekspansi dagang Indonesia ke pasar global, dengan biaya logistik dan tarif masuk yang lebih efisien.
Wakil Ketua Umum Bidang Diplomasi Multilateral Kadin Indonesia, Andi Anzar Cakra Wijaya, menilai kolaborasi ini sangat strategis.
Menurutnya, produk Indonesia bisa dikirim ke Timor Leste terlebih dahulu, untuk kemudian diekspor kembali ke AS, memanfaatkan skema tarif ekspor rendah yang telah dimiliki Timor Leste.
“Ini bukan hanya kerja sama biasa, tapi bisa menjadi jalan baru memperluas akses produk Indonesia secara global, dengan biaya lebih kompetitif,” ujar Andi, dikutip dari IDXChannel.
Praktik re-ekspor atau pengiriman kembali barang ke negara ketiga setelah transit di negara mitra, sudah banyak digunakan oleh negara-negara industri.
Dengan status preferensial dagang yang dimiliki Timor Leste dari AS, Indonesia bisa menghemat bea masuk serta menurunkan harga jual akhir di pasar Amerika.
Keuntungan skema ini antara lain akses tarif preferensial ke AS, hemat biaya logistik ekspor langsung, efisiensi pajak impor AS, dan peningkatan daya saing produk Indonesia.
Kerja sama ini juga dinilai sebagai langkah cerdas dalam mempererat hubungan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Timor Leste.
Selain kerja sama ekspor, peluang investasi infrastruktur logistik, pengembangan kawasan industri, serta penguatan pelabuhan ekspor di Timor Leste akan semakin terbuka.
“Kita bicara strategi jangka panjang. Bukan hanya ekspor, tapi konektivitas regional dan positioning Indonesia di jalur perdagangan global,” tambah Andi Anzar.
Potensi Produk RI yang Bisa Diuntungkan:
1. Tekstil & Pakaian Jadi
2. Produk Furnitur & Rotan
3. Alas Kaki
4. Produk Agroindustri
5. Elektronik Ringan
6. Peralatan Medis
7. Produk Herbal & Kesehatan
Jika strategi ini berhasil diimplementasikan, Indonesia bisa memasuki pasar AS dengan tarif mirip negara berkembang prioritas (GSP) tanpa harus menunggu negosiasi ulang tarif bilateral.
Efek dominonya: UMKM ekspor bisa tumbuh, pabrik lokal dapat ekspansi, dan devisa negara meningkat. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni