RADARTUBAN – Sebuah video yang menunjukkan siswa berseragam SMKN Tambakboyo, Kabupaten Tuban, dibuat jijik oleh temuan belatung dalam makanan bergizi gratis (MBG) viral di media sosial.
Video itu kali pertama viral setelah diunggah akun Instagram @info_Tuban.
Dalam rekaman berdurasi kurang dari satu menit itu, tampak sejumlah siswa memperlihatkan potongan lauk ayam yang terdapat belatung masih hidup.
Insiden tersebut diduga terjadi saat pembagian menu MBG yang diterima siswa pada Selasa (15/7).
Belatung terlihat muncul dari lauk ayam, yang diduga sudah tidak layak konsumsi.
Beberapa siswa tampak menutup hidung dan menjauh karena jijik dengan kondisi makanan.
Sebagian siswa lainnya terlihat tertawa terbahak-bahak diduga karena MBG belatung itu sudah dimakan salah seorang teman.
Baca Juga: Anggaran MBG Melesat Jadi Rp 121 Triliun, Pemerintah Percepat Penyaluran ke Jutaan Penerima
Begitu video viral itu diunggah di media sosial, langsung memicu reaksi keras dari warganet.
Selain menunjukkan komentar jijik, banyak yang mempertanyakan kualitas makanan program MBG, serta pengawasan dari pihak sekolah maupun penyedia katering.
Beberapa komentar menyebutkan bahwa sejumlah kasus MBG yang diterima dalam kondisi tidak baik harusnya menjadi alasan program tersebut harus dihentikan.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala SMKN Tambakboyo Agus Siswanto mengaku sudah mengetahui video viral tersebut.
Menurut dia, pihak sekolah langsung ngecek seluruh MBG yang diterima siswa dan belatung ditemukan hanya pada satu porsi.
Darimana sumber belatung tersebut, apakah dari ayam atau sayur? Agus mengaku tidak tahu.
Dikonfirmasi lebih lanjut terkait kelayakan konsumsi MBG pada siswanya, Agus belum memberikan komentar lebih jauh.
Seperti diketahui, program MBG merupakan salah satu inisiatif nasional untuk menunjang gizi dan konsentrasi belajar siswa, terutama di jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Namun, temuan MBG seperti ini sering kali terjadi dan dikhawatirkan akan membawa dampak buruk bagi kesehatan peserta didik yang mengonsumsinya. (*)