RADARTUBAN – Sebulan pasca aksi penyodetan Waduk Jabung Ring Dyke di Kecamatan Widang yang dilakukan warga secara mandiri.
Kini petani di Kecamatan Plumpang dan Widang akhirnya bisa tanam. Itu menyusul berangsur surutnya banjir di wilayah setempat.
‘’Semoga surutnya banjir ini bukan karena tidak ada hujan lagi, tapi karena sungai avur sudah dinormalisasi dan bisa dialirkan langsung ke Waduk Jabung,’’ kata Ketua Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Sumber Pangan Desa/Kecamatan Plumpang, Nur Ahsan kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Meski demikian, diakui Ahsa, proses normalisasi avur belum sepenuhnya tuntas.
‘’Makanya, akan kami kawal terus supaya normalisasi dan langkah-langkah (penyelesaian banjir, Red) yang dijanjikan pemerintah daerah kepada kami bisa bisa berjalan dengan baik,’’ ujarnya.
Terpisah, anggota Komisi I DPRD Tuban Siswanto mengklaim bahwa pihaknya terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak yang berwenang untuk mengatasi masalah banjir di Plumpang dan Widang tersebut.
‘’Setelah mendapat aduan dari warga, kami intensi melakukan komunikasi dengan BBWS Bengawan Solo dan Perum Jasa Tirta I, sampai akhirnya muncul solusi membuka pintu waduk, agar air bisa mengalir dengan baik,’’ ujar anggota komisi yang membidangi infrastruktur dan SDM itu.
Lebih lanjut dia menyampaikan, setelah pintu air dibuka lebih tinggi sampai 3,4 meter, banjir yang menggenangi area persawahan di Kecamatan Plumpang akhirnya dengan cepat surut.
‘’Kami berkomitmen untuk terus mengawal masalah banjir di Kecamatan Plumpang dan Widang ini, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Sebab, dua kecamatan ini merupakan sumber lumbung pangan,’’ tandasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama