RADARTUBAN – Pemerintah pusat melalui Kementerian Transmigrasi resmi menggelontorkan anggaran sebesar Rp 188 miliar untuk rehabilitasi 940 sekolah di 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.
Fokus utama dalam program ini adalah rehabilitasi ruang belajar dan pembangunan toilet sekolah yang layak.
Hal ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kebersihan lingkungan belajar.
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa toilet bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan bagian penting dari pendidikan kebersihan sejak dini.
“Kami ingin anak-anak transmigran tumbuh dengan standar pendidikan dan lingkungan yang sehat dan layak,” ujarnya saat meninjau SD Bondo Kawona di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.
Setiap unit toilet sekolah dibangun dengan anggaran sekitar Rp 200 juta, lengkap dengan sumber air bersih dan desain sesuai standar kementerian.
Di SD Bondo Kawona, toilet dan ruang belajar yang sebelumnya rusak berat kini direhabilitasi demi kenyamanan 183 siswa dan 22 guru.
Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus Kaka, menyambut baik program ini.
Ia menyebut bahwa tantangan utama di daerah transmigrasi adalah akses air bersih, stunting, dan kemiskinan ekstrem, sehingga pembangunan toilet sekolah menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas SDM.
Program ini merupakan bagian dari Dana Tugas Pembantuan Kementerian Transmigrasi yang bertujuan memperkuat infrastruktur dasar pendidikan dan sanitasi di kawasan transmigrasi.
Pemerintah berharap anak-anak di daerah terpencil dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan memperoleh pendidikan yang layak demi masa depan yang lebih cerah
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni