Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Nezar Patria Ajak Gen Z Berpikir Kritis Hadapi Era Post-Truth Digital

Alifah Nurlias Tanti • Rabu, 23 Juli 2025 | 14:54 WIB

Wamen Komdigi Nezar Patria dorong penggunaan akal sehat dan refleksi sebelum percaya dan menyebarkan konten.
Wamen Komdigi Nezar Patria dorong penggunaan akal sehat dan refleksi sebelum percaya dan menyebarkan konten.

RADARTUBAN – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengajak generasi muda, terutama Gen Z, untuk semakin mengasah kemampuan berpikir kritis.

Di era serba digital dengan arus informasi yang tak terbatas, kemampuan untuk menyaring dan memahami kebenaran menjadi keterampilan penting.

Pesan ini bukan sekadar ajakan, melainkan panggilan agar tidak larut dalam banjir konten tanpa refleksi.

Terlebih, di era pascakebenaran ini, penyebaran informasi semakin cepat dan rawan manipulasi.

Baca Juga: Kantor Komdigi Digeledah Kejaksaan, Wamen Sebut Terkait Dugaan Korupsi Proyek PDNS

“Sebenarnya melawan era post-truth itu tidak rumit. Yang penting, kita mulai lagi menggunakan pemikiran kritis. Jangan langsung percaya pada informasi yang terlihat mudah diterima, karena bisa jadi itu manipulatif,” ujar Nezar saat ditemui di Kantor Komdigi, Jakarta.

Nezar menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mampu menciptakan konten manipulatif, mulai dari teks hingga visual dan video.

“AI bisa membuat wajah manusia yang terlihat nyata, padahal orangnya tidak pernah ada. Kadang wajahnya mirip orang Manado, Palembang, Jawa, atau daerah lain—tapi sebenarnya itu hanya karya digital,” ujarnya.

Di tengah maraknya hoaks dan disinformasi, Nezar mengingatkan bahwa generasi muda menghadapi tantangan baru.

Konten palsu kini semakin halus dan meyakinkan, sehingga diperlukan kewaspadaan lebih agar tidak mudah percaya begitu saja.

Dia juga mendorong anak muda untuk lebih bijak menggunakan media sosial.

Menurutnya, ruang digital seharusnya menjadi tempat berbagi inspirasi, bukan arena penyebaran kebencian atau komentar impulsif yang bisa menyakiti orang lain.

“Sekarang kita tidak bisa lagi asal bicara di media sosial tanpa berpikir dulu. Satu kata bisa merusak perasaan orang,” katanya.

Dia menyarankan agar anak muda belajar dari film-film yang mengangkat dampak serius cyberbullying terhadap kesehatan mental.

Nezar menutup dengan imbauan agar masyarakat lebih berhati-hati saat membagikan informasi.

“Ruang digital itu seperti dua sisi mata uang—bisa jadi tempat tumbuh bersama, tapi juga bisa menyesatkan kalau kita lengah. Sekali klik bisa berdampak besar. Jadi, jadilah pengguna informasi yang cerdas dan bertanggung jawab,” tegasnya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#kecerdasan buatan #Gen Z #konten #Komunikasi dan Digital #informasi #wamen #NEZAR Patria