RADARTUBAN – Siapa sih yang bisa menolak godaan gorengan? Renyah di luar, lembut di dalam, murah meriah pula.
Tapi tahukah kamu, kebiasaan makan gorengan berlebihan ternyata diam-diam menyedot potensi kerugian negara hingga Rp 60 triliun!
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dikutip dari CNBC, sejumlah daerah di Indonesia mencatatkan tingkat konsumsi gorengan yang nggak main-main.
Peringkat teratas ditempati oleh Kabupaten Batang, Jawa Tengah, di mana rata-rata penduduknya menyantap hingga 5,69 potong gorengan per minggu. Gila, hampir satu gorengan setiap hari!
Top 10 Kota/Kabupaten Paling Kecanduan Gorengan Sepanjang 2024:
1. Batang – 5,69%
2. Indramayu – 5,20%
3. Kota Pekalongan – 5,11%
4. Pemalang – 5,01%
5. Pekalongan (Kab) – 4,95%
6. Majalengka – 4,94%
7. Nagan Raya – 4,92%
8. Bener Meriah – 4,84%
9. Padang Lawas – 4,84%
10. Brebes – 4,62%
Fakta Ngeri di Balik Camilan Favorit
Gorengan memang enak, tapi konsekuensi kesehatannya bikin merinding. Terutama jika digoreng dengan minyak yang dipakai berulang-ulang—bisa mengandung lemak trans yang sangat berbahaya.
Lemak ini berkontribusi pada peningkatan kolesterol jahat (LDL), penurunan kolesterol baik (HDL), hingga memicu risiko penyakit jantung dan stroke.
Tak cuma itu, gorengan juga tinggi kalori, yang bisa menyumbang pada obesitas, memperlambat pencernaan, dan menyebabkan gangguan lambung seperti GERD dan perut begah.
Diprediksi, beban ekonomi akibat penyakit jantung pada 2024 bisa mencapai Rp 67,34 triliun. Angka fantastis ini berasal dari:
Klaim BPJS Kesehatan untuk perawatan jantung: Rp 38,96 triliun
Produktivitas kerja yang hilang karena pasien harus dirawat: Rp 28,38 triliun
Dan salah satu pemicunya? Ya, konsumsi gorengan berlebihan!
Gaya Hidup Sehat, Dimulai dari Piring Sendiri
Bukan berarti kamu harus putus hubungan total dengan gorengan, tapi coba deh:
Kurangi frekuensi konsumsinya
Pilih gorengan yang digoreng dengan minyak baru
Imbangi dengan sayur dan buah
Perbanyak minum air putih dan olahraga
Apakah warga Tuban juga termasuk pecandu gorengan? Yuk mulai bijak pilih jajanan demi tubuh sehat dan dompet negara aman. Ingat, kenikmatan sesaat jangan sampai mengorbankan masa depan kesehatanmu. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni