RADARTUBAN – Satu nomor, satu sejarah, satu tanggung jawab.
Barcelona resmi menetapkan Lamine Yamal sebagai pemilik baru nomor punggung 10 untuk musim 2025/2026.
Angka sakral yang pernah melekat di punggung para legenda seperti Rivaldo, Ronaldinho, hingga sang dewa Camp Nou, Lionel Messi.
Penunjukan ini bukan hanya soal estetika angka.
Ini simbol kepercayaan mutlak dari manajemen Barça kepada pemain muda berusia 17 tahun yang digadang-gadang sebagai “the next big thing” dalam proyek regenerasi Blaugrana.
Nomor 10 di Barcelona bukan sembarang nomor. Sepanjang sejarahnya, jersey ini dihiasi nama-nama berkelas dunia yang menorehkan prestasi dan pengaruh luar biasa di klub:
Rivaldo (2000–2002): 86 laga | 50 gol | 18 assist
Juan Román Riquelme (2002–2003): 42 laga | 6 gol | 9 assist
Ronaldinho (2003–2008): 207 laga | 94 gol | 69 assist
Lionel Messi (2008–2021): 778 laga | 672 gol | 603 assist
Ansu Fati (2021–2025): 80 laga | 16 gol | 5 assist
Kini, setelah Ansu Fati yang sempat kesulitan menjaga kontinuitas akibat cedera, tongkat estafet itu diteruskan kepada Lamine Yamal — pemain jebolan La Masia yang mencuri perhatian sejak debut di usia 15 tahun dan terus tampil menjanjikan.
Dengan mengenakan nomor 10, beban psikologis dan ekspektasi publik akan semakin berat.
Tapi pelatih Hansi Flick tampaknya yakin bahwa Yamal punya mental baja dan talenta langka untuk menjawab tantangan itu.
Apalagi musim lalu, Yamal menjadi pemain termuda yang mencetak gol dan assist di ajang La Liga dan Liga Champions.
Penyerahan nomor 10 ke Lamine Yamal bisa dibaca sebagai sinyal kuat bahwa Barcelona ingin membangun tim masa depan dengan pemain muda lokal sebagai fondasi.
Yamal adalah bagian dari proyek jangka panjang bersama Gavi, Pedri, dan Fermin Lopez.
Menarik dinantikan, apakah dia mampu menorehkan jejak ikonik seperti Messi — atau bahkan melampauinya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama