RADARTUBAN - Penutupan total jalur Gumitir yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi mulai menuai efek domino.
Tak hanya membuat mobilitas lumpuh, kini dampaknya merembet hingga ke urusan dapur: pasokan BBM di wilayah Jember tersendat parah.
Antrean mengular di seluruh SPBU, emosi warga pun meledak. Di tengah situasi yang makin panas, Pertamina akhirnya angkat bicara.
Jalur vital penghubung Jember–Banyuwangi lewat Gumitir resmi ditutup sejak beberapa hari terakhir akibat kondisi tanah labil dan risiko longsor yang membahayakan keselamatan. Namun, penutupan ini kini berbuntut panjang.
Hampir seluruh SPBU di wilayah Jember mengalami keterlambatan pasokan BBM, mulai dari Pertalite, Solar, hingga Pertamax.
Situasi ini menimbulkan keresahan luar biasa di tengah masyarakat. Video-video antrean BBM di berbagai SPBU ramai berseliweran di media sosial, lengkap dengan keluhan dan umpatan warganet yang merasa ditelantarkan.
Tak sedikit warga yang harus antre hingga lebih dari tiga jam hanya untuk mendapatkan jatah beberapa liter bensin.
Bahkan, ada pula yang pulang dengan tangan kosong karena stok habis lebih cepat dari biasanya.
"Ini bukan soal mau sabar atau tidak. Kami perlu BBM untuk bekerja, mengantar anak sekolah, atau bahkan ke rumah sakit. Tapi kalau begini terus, siapa yang tanggung jawab?" keluh seorang warga di SPBU Ajung, Jember.
Menanggapi gejolak publik yang terus membesar, pihak PT Pertamina melalui Sales Brand Manager Area Jember, Hendra Saputra, akhirnya memberikan klarifikasi resmi pada Minggu (27/7) malam.
“Kami memahami keresahan masyarakat. Tapi perlu kami tegaskan bahwa stok BBM secara nasional, termasuk untuk wilayah Jember, dalam kondisi aman. Kendala yang terjadi murni karena hambatan distribusi akibat penutupan jalur Gumitir,” jelas Hendra dikutip dari Radar Jember.
Menurutnya, Pertamina telah melakukan sejumlah upaya taktis, termasuk melakukan rerouting pengiriman BBM lewat jalur alternatif, meski diakui tidak seefisien jalur utama Gumitir.
Distribusi BBM kini dialihkan melalui jalur utara, yakni via Situbondo, yang jaraknya lebih jauh dan memakan waktu tempuh lebih lama.
Ini menyebabkan keterlambatan di sejumlah SPBU, khususnya yang ada di sisi selatan Jember.
Namun, Pertamina menjamin bahwa pasokan akan kembali stabil seiring pembukaan akses darurat atau jalur distribusi tambahan yang kini sedang digodok oleh pemerintah daerah dan pihak terkait. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni