RADARTUBAN – Raksasa industri kemasan plastik asal Malaysia, Thong Guan Industries Berhad, resmi menanamkan investasi senilai USD 7 juta (setara Rp 114 miliar) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang, Jawa Tengah.
Langkah strategis ini bukan cuma memperkuat jejaring manufaktur di Asia Pasifik, tetapi juga menjadi sinyal kuat kepercayaan investor global terhadap iklim investasi dan potensi industri hijau di Indonesia.
Pabrik yang akan dibangun di atas lahan seluas 5 hektare ini mengusung konsep eco-friendly manufacturing, sejalan dengan tren industri kemasan global yang makin fokus pada keberlanjutan.
Thong Guan tak hanya membawa modal dan teknologi, tetapi juga komitmen jangka panjang dalam mendorong hilirisasi industri, transfer teknologi, dan penciptaan lapangan kerja di Tanah Air.
Fakta menariknya, Thong Guan adalah salah satu produsen stretch film dan kantong plastik terbesar di Asia, dengan jaringan distribusi ke lebih dari 60 negara.
KEK Batang terus menegaskan posisinya sebagai magnet baru investasi di sektor industri hijau. Proyek Thong Guan ini akan menjadi salah satu pionir pabrik kemasan plastik berbasis ramah lingkungan di kawasan tersebut.
Menurut pengelola KEK Batang, keberadaan investor seperti Thong Guan menjadi katalis positif untuk mempercepat realisasi visi kawasan sebagai pusat industri modern dan berdaya saing global.
"Dengan dukungan infrastruktur dan insentif dari pemerintah, kami optimistis investasi ini akan memperkuat ekosistem industri pengolahan plastik yang berorientasi ekspor," ujar perwakilan KEK Batang dalam keterangannya.
Investasi dari Thong Guan bukan hanya soal membangun pabrik.
Ini adalah babak baru dalam agenda hilirisasi nasional, khususnya dalam rantai pasok industri kemasan yang sangat strategis bagi sektor pangan, logistik, dan manufaktur.
Selain itu, pabrik ini diproyeksikan akan menyerap ratusan hingga ribuan tenaga kerja lokal, sekaligus membuka peluang kemitraan dengan pelaku UMKM dan perusahaan lokal lainnya dalam rantai pasok domestik.
Kepastian investasi dari Thong Guan semakin mempertegas bahwa Indonesia berada di radar utama para pemain industri global.
Dengan dukungan regulasi yang pro-investasi, insentif fiskal, serta komitmen pemerintah dalam transisi menuju industri rendah karbon, KEK Batang dinilai sebagai lokasi yang sangat strategis bagi ekspansi industri plastik berkelanjutan.
Investasi ini juga menunjukkan bagaimana sektor manufaktur Indonesia mulai naik kelas—dari sekadar lokasi produksi menjadi mitra strategis dalam rantai pasok global yang kompleks. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama