Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Jangan Sembarangan Ngopi, Ini Jam Terbaik Minum Kopi Biar Nggak Cuma Ngantuk Doang

Tulus Widodo • Rabu, 30 Juli 2025 | 03:00 WIB
Manfaat kopi untuk hati dan risiko bagi ginjal jika konsumsi berlebihan
Manfaat kopi untuk hati dan risiko bagi ginjal jika konsumsi berlebihan

RADARTUBAN — Banyak orang mengira ngopi itu soal selera atau kebiasaan.

Padahal, waktu minum kopi bisa menentukan seberapa efektif kafein bekerja dalam tubuh.

Salah minum di jam yang tidak tepat, bukan cuma bikin kopi jadi sia-sia, tapi juga bikin tubuh kebal terhadap efeknya. Lantas, kapan sebenarnya waktu terbaik untuk ngopi?

Penelitian tentang ritme sirkadian tubuh menunjukkan bahwa jam 09.30 hingga 11.30 pagi adalah waktu emas untuk menikmati secangkir kopi.

Di jam-jam ini, kadar hormon kortisol (hormon stres yang berperan mengatur energi dan kewaspadaan tubuh) sedang dalam posisi rendah, sehingga kafein bisa bekerja maksimal.

Kafein vs Kortisol: Siapa Lawan, Siapa Kawan?

Tubuh manusia secara alami memproduksi kortisol pada waktu-waktu tertentu, terutama saat pagi hari (sekitar jam 8-9 pagi), siang hari (sekitar jam 12-13), dan sore menjelang malam (sekitar jam 18-19).

Jika kita mengonsumsi kopi di saat-saat tersebut, maka yang terjadi justru tubuh akan meningkatkan toleransi terhadap kafein.

Minum kopi saat kortisol sedang tinggi justru membuat efek kopi jadi ‘biasa aja’. Lama-kelamaan tubuh terbiasa dan tak lagi responsif terhadap kafein.

Singkatnya, ngopi di waktu yang salah bikin tubuh jadi resisten terhadap kafein.

Maka jangan heran jika setelah beberapa waktu, satu cangkir kopi tidak lagi cukup bikin melek.

Kamu pun jadi butuh takaran lebih banyak.

Dan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan jantung dan lambung.

Tren Ngopi di Kantor: Kopi Bukan Sekadar Minuman

Infografik yang beredar menyebutkan:

43 persen pekerja merasa tidak produktif tanpa kopi.

61 persen butuh lebih dari dua cangkir per hari.

48 persen adalah social coffee drinker, alias ngopi bareng biar suasana makin cair.

Fenomena ini memperkuat fakta bahwa kopi bukan sekadar minuman, tapi bagian dari budaya kerja.

Namun, jika tidak disertai pemahaman waktu yang tepat, kopi justru bisa jadi bumerang bagi produktivitas.

Kapan Sebaiknya Tidak Minum Kopi?

Berdasarkan ritme alami kortisol tubuh, hindari minum kopi di tiga waktu utama ini:

Pukul 08.00–09.00 pagi

Pukul 12.00–13.00 siang

Pukul 18.00–19.00 sore

Minum kopi di waktu-waktu tersebut hanya akan membuat tubuh cepat kebal terhadap kafein.

Akibatnya, kamu makin sulit fokus tanpa takaran kopi lebih banyak, dan siklus ini bisa terus berulang.

Jangan hanya ikut-ikutan tren atau minum kopi sebagai pelarian dari rasa kantuk.

Dengan memahami ritme tubuh dan menentukan waktu yang pas untuk minum kopi, kamu bisa memaksimalkan manfaatnya.

Bukan hanya soal melek, tapi juga meningkatkan fokus, produktivitas, hingga mood kerja. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#hormon kortisol #stres #kopi #kawan #ngopi #kafein #tubuh