Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

KA Penataran, Si Ular Besi yang Memutar Jawa Timur dengan Tarif Super Murah Mulai Rp 10 Ribu

Tulus Widodo • Jumat, 1 Agustus 2025 | 10:15 WIB
Mau hemat transportasi keliling Jawa Timur, KA Penataran punya rute legendaris dan tarif dari Rp 10 ribu saja.
Mau hemat transportasi keliling Jawa Timur, KA Penataran punya rute legendaris dan tarif dari Rp 10 ribu saja.

RADARTUBAN – Siapa sangka, ada kereta api lokal di Jawa Timur yang menawarkan sensasi “keliling provinsi” dengan harga super hemat?

Dialah Kereta Api (KA) Penataran, si ular besi yang sejak 1985 setia menyusuri rel-rel tua di jantung timur Pulau Jawa.

Berbeda dari kereta pada umumnya yang bergerak lurus dari satu titik ke titik lain, KA Penataran justru punya rute looping, alias memutar bak sirkuit balap, menghubungkan kota-kota legendaris mulai dari Surabaya, Malang, Blitar, hingga Kediri—dan kembali lagi ke Surabaya.

Nama “Penataran” bukan sembarang nama. Diambil dari Candi Penataran di Blitar—kompleks candi Hindu terbesar di Jawa Timur—nama ini menyiratkan nuansa sejarah yang kental, sejalan dengan kota-kota tua yang disinggahinya.

Tak heran jika banyak penumpang menyebut kereta ini bukan sekadar transportasi, tapi juga “mesin waktu” yang melintasi jejak-jejak masa lampau.

Rute KA Penataran menjadi satu-satunya di Jawa Timur yang berbentuk memutar (loop), berangkat dari Surabaya Kota, lalu menuju selatan ke Malang, berlanjut ke Blitar melewati Tulungagung, lalu ke barat ke Kediri, dan akhirnya kembali ke Surabaya melalui Kertosono, Jombang, dan Mojokerto.

Satu putaran penuh bisa memakan waktu sekitar 7–8 jam, tergantung jadwal dan kondisi operasional.

Beberapa stasiun ikonik yang dilewati antara lain:

Malang (ML) – kota pelajar dan wisata

Blitar (BL) – kota Proklamator

Kediri (KD) – kota tahu dan industri

Mojokerto (MJK) – kota peninggalan Majapahit

Total ada lebih dari 40 stasiun pemberhentian yang bisa dipilih sesuai tujuan, menjadikan KA Penataran favorit bagi pelancong lokal, mahasiswa, hingga para pedagang pasar.

Meski termasuk kereta lokal ekonomi, Penataran sudah menggunakan gerbong ber-AC dengan konfigurasi tempat duduk 3-2 berhadapan, khas kereta lokal.

Kursinya memang tak bisa direbahkan, namun cukup nyaman untuk perjalanan menengah hingga jauh, apalagi jika mempertimbangkan tarifnya yang sangat bersahabat.

Tarif Super Irit: Mulai Rp 10 Ribu!

Jangan kaget, inilah daya tarik utama KA Penataran. Dengan tarif progresif berbasis jarak, Anda bisa menempuh puluhan kilometer hanya dengan Rp 10 ribu saja!

Berikut rincian tarif resmi:

0–47 km: Rp 10.000

48–95 km: Rp 12.000

96–170 km: Rp 15.000

171–235 km: Rp 18.000

236–280 km: Rp 24.000

Di atas 280 km: Rp 30.000

Artinya, Anda bisa keliling hampir seluruh bagian timur Jawa hanya dengan uang jajan harian

Di tengah mahalnya biaya transportasi, KA Penataran hadir sebagai solusi mobilitas rakyat.

Mulai dari buruh harian, mahasiswa perantauan, pelancong backpacker, hingga pelaku UMKM, semua bisa mengakses perjalanan antar kota tanpa menguras dompet.

Tak hanya efisien, kereta ini juga menawarkan pemandangan indah sepanjang rute—mulai dari sawah di Kepanjen, lereng Gunung Arjuna di Lawang, sungai Brantas di Kediri, hingga nuansa perkotaan di Surabaya.

So, Kereta Api Penataran bukan sekadar moda transportasi, tapi juga simbol konektivitas, sejarah, dan efisiensi khas Jawa Timur.

Dengan rute looping yang unik dan tarif yang merakyat, KA ini layak dijuluki sebagai “kereta sejuta umat”. Jadi, kalau kamu ingin keliling Jawa Timur tanpa ribet dan mahal, Penataran jawabannya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#kertosono #jombang #blitar #Malang #Jawa Timur #kereta api #surabaya