Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Viral Bendera One Piece Jelang Agustusan, Netizen: Merah Putih Belum Sepenuhnya Merdeka?

Tulus Widodo • Jumat, 1 Agustus 2025 | 16:34 WIB

 

Bendera One Piece Berkibar Jelang 17 Agustus
Bendera One Piece Berkibar Jelang 17 Agustus

RADARTUBAN – Menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia , jagat media sosial justru diramaikan fenomena tak biasa: warganet lebih memilih mengibarkan bendera bajak laut One Piece ketimbang Sang Merah Putih.

Di TikTok dan Facebook, ribuan unggahan dengan tagar seperti #OnePieceUntukIndonesia, #BelumMerdeka, dan #MerahPutihDibajak mendadak naik daun sejak akhir Juli 2025.

Bendera ikonik milik kelompok Topi Jerami dalam anime One Piece, lengkap dengan gambar tengkorak dan topi jerami, berkibar di berbagai tempat—bahkan ada yang nekat memasangnya di tiang bendera rumah.

Fenomena ini bukan sekadar latah tren. Banyak warganet mengklaim bahwa aksi ini adalah bentuk kritik terhadap kondisi bangsa yang dinilai belum benar-benar merdeka secara sosial dan ekonomi.

“Kalau rakyat masih susah cari kerja, bahan pokok naik terus, dan korupsi merajalela, itu bukan merdeka, itu ilusi,” tulis salah satu akun TikTok.

Mereka menyebut bendera Jolly Roger (simbol bajak laut) sebagai lambang “pembebasan dari kemunafikan sistemik” dan “kejujuran karakter ala Luffy”, tokoh utama One Piece yang melawan penindasan.

Data pemantauan digital menunjukkan bahwa tren ini paling banyak dilakukan oleh generasi muda usia 17–30 tahun.

Tidak sedikit konten video, meme, hingga puisi yang menyamakan perjuangan bajak laut One Piece dengan situasi rakyat kecil di Indonesia.

Unggahan bertema:

“Luffy saja bisa menumbangkan pemerintahan busuk, masa kita enggak?”

“Kami cinta Indonesia, tapi kami kecewa pada yang mengelolanya.”

“17 Agustus jangan cuma seremonial, tapi maknai ulang: sudahkah kita merdeka sepenuhnya?”

Fenomena ini mencerminkan bahwa generasi muda tengah haus akan keteladanan, transparansi, dan perubahan nyata.

Alih-alih memusuhi tren, para pemangku kebijakan perlu membaca pesan tersirat: rakyat butuh bukti nyata kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau masih banyak yang hidup susah, korupsi tetap ada, hukum tajam ke bawah, lalu merdeka buat siapa?” tulis salah satu unggahan viral di Facebook.

Meski banyak yang menganggapnya sebagai bentuk ekspresi kebebasan berpendapat, tidak sedikit pula yang mengecam tren ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap simbol negara.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Firman Soebagyo menilai bahwa adanya fenomena pengibran bendera serial anime dan manga One Piece jelang Hari Kemerdekaan RI ke-80 adalah bentuk provokasi untuk menjatuhkan pemerintahan.

"Nah inilah, ini cara-cara provokatif yang ingin menjatuhkan pemerintahan," kata Firman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/7).

Firman pun meminta agar aparat penegak hukum untuk menindak tegas masyarakat yang memilih mengibarkan bendera One Piece ketimbang bendera Merah Putih.

"Saya minta aparatur penegak hukum tindak tegas. Jelas ini adalah melakukan bagian provokasi kemudian yang akan merugikan bangsa dan negara. Ini nggak boleh," tegasnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#simbol kritik sosial digital #kritik sosial #Merah Putih belum merdeka #Anime One Piece #one piece #Bendera One Peace #One Piece Indonesia trending #bendera bajak laut One Piece #sindiran kemerdekaan 17 Agustus 2025