Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

FONI Jatim Borong 4 Medali di FORNAS VIII 2025, Orienteering Kian Dilirik

Bihan Mokodompit • Jumat, 1 Agustus 2025 | 19:30 WIB
Inorga FONI Jatim yang berlaga di Fornas VIII NTB 2025 didampingi Ketua Kormi Jatim Hudiyono.
Inorga FONI Jatim yang berlaga di Fornas VIII NTB 2025 didampingi Ketua Kormi Jatim Hudiyono.

RADARTUBAN - Kontingen Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Jawa Timur berhasil mencetak prestasi membanggakan.

Yakni dengan meraih empat medali pada ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII 2025 yang digelar di Nusa Tenggara Barat.

Capaian ini menjadi bukti bahwa FONI Jawa Timur terus menunjukkan eksistensinya dalam pengembangan olahraga berbasis masyarakat, khususnya cabang orienteering.

Prestasi Gemilang dari Empat Kategori

Dari keikutsertaannya di FORNAS VIII 2025, FONI Jawa Timur memboyong satu medali emas, satu perak, dan dua perunggu.

Medali emas diraih dari kategori U20 Putra Sprint. Sementara itu, medali perak diraih dari kategori U21 Putra Labyrinth.

Dua medali perunggu masing-masing diraih dari kategori U16 Putri Sprint dan U18 Putra Labyrinth.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa olahraga masyarakat, khususnya orienteering, memiliki potensi besar untuk berkembang di Jawa Timur. Kami bangga atas kerja keras para atlet dan pelatih,” ujar Ketua KORMI Jawa Timur, Hudiyono, Jumat (1/8).

Peran Strategis FORNAS VIII untuk Orienteering

FORNAS VIII menjadi momentum penting bagi FONI Jawa Timur dalam mengenalkan orienteering kepada khalayak luas.

Tak kurang dari 16 kontingen FONI dari berbagai provinsi ikut berpartisipasi dalam ajang ini.

Bagi FONI Jawa Timur, keikutsertaan ini bukan semata-mata tentang medali, melainkan juga tentang memperluas jangkauan olahraga berbasis navigasi ini ke tengah masyarakat.

“Kami berharap orienteering semakin dikenal dan diminati oleh generasi muda. Olahraga ini tidak hanya melatih fisik, tetapi juga kemampuan berpikir cepat dan akurat,” lanjut Hudiyono.

Orienteering: Olahraga yang Menantang Fisik dan Pikiran

Orienteering adalah cabang olahraga yang menggabungkan kemampuan membaca peta, menggunakan kompas, dan pengambilan keputusan cepat dalam medan nyata.

Peserta harus mencari titik-titik kontrol dengan navigasi yang tepat dalam waktu seefisien mungkin.

Kombinasi antara strategi, kecerdasan spasial, dan kebugaran fisik menjadikan orienteering sebagai olahraga yang unik dan menantang.

Seiring meningkatnya minat generasi muda terhadap olahraga alternatif, FONI Jawa Timur melihat peluang besar dalam pengembangan orienteering di tingkat daerah hingga nasional.

Harapan Jawa Timur sebagai Basis Orienteering Nasional

Capaian FONI Jawa Timur di FORNAS VIII 2025 menjadi titik pijak penting untuk memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu daerah unggulan dalam cabang orienteering.

Dukungan dari pemerintah daerah, pelatih, dan komunitas olahraga masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi prestasi.

Dengan terus mendorong sosialisasi dan pelatihan orienteering di kalangan pelajar dan pemuda, FONI Jawa Timur optimistis bahwa olahraga ini akan terus tumbuh dan berkontribusi besar bagi Indonesia dalam berbagai ajang olahraga masyarakat. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#FONI #Fornas #Jawa Timur #nusa tenggara barat