Pemkot Madiun siapkan proyek ambisius: replika Tembok Besar China, air mancur menari di Bengawan Madiun, dan integrasi dengan Pahlawan Street Center. Kawasan ini bakal jadi magnet baru wisata dan ekonomi.
RADARTUBAN – Kota Madiun bersiap naik kelas! Bukan hanya sebagai kota transit atau jalur lintas Jawa, tapi kini digadang-gadang sebagai kota destinasi urban kreatif dengan sentuhan internasional.
Pemerintah Kota Madiun tengah mematangkan rencana besar untuk mengembangkan Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun menjadi pusat perekonomian baru.
Bukan sekadar wacana, kawasan ini akan terintegrasi langsung dengan Pahlawan Street Center (PSC) yang sudah lebih dulu menjadi ikon wisata belanja dan kuliner.
Proyek prestisius itu bahkan bakal dihiasi replika Tembok Besar Tiongkok dan wisata air mancur menari di atas aliran Bengawan Madiun.
Replika Tembok Besar Tiongkok rencananya akan dibangun di kawasan Jalan Ahmad Yani, tepat di atas ruang publik Taman Lalu Lintas.
Kini, proyek tersebut telah masuk tahap teknis.
Salah satu kendala utama yang mulai diatasi adalah pemindahan sembilan tiang listrik milik PLN yang berdiri di jalur pembangunan.
“Penataan ulang utilitas sangat penting agar proyek bisa berjalan lancar dan tidak mengganggu jaringan eksisting,” ujar Kepala Disperkim Kota Madiun, Jemakir dikutip dari Radar Madiun.
Selain menghadirkan nuansa arsitektur megah ala Asia Timur, pembangunan ini juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan strategis berbasis ekonomi kreatif dan wisata.
Pembangunan replika Tembok Besar China bukan proyek dadakan.
Kota Madiun di bawah kepemimpinan Walikota Maidi sudah mencicipi keberhasilan lewat kawasan Miniatur Dunia yang dibangun di kawasan Taman Sumber Wangi.
Tempat ini telah menjadi magnet wisata dengan menampilkan versi mini dari berbagai ikon dunia, seperti: Menara Eiffel Paris, Kincir Angin Belanda, Patung Liberty Amerika Serikat, Pagoda Jepang, Kakbah Arab Saudi, Colosseum Italia, dan sejumlah landmark lainnya.
Wisata tematik ini tidak hanya mempercantik wajah kota, tapi juga menggerakkan UMKM lokal, membuka peluang kerja, dan memperluas jaringan pelaku ekonomi kreatif.
Bagian paling menarik dari megaproyek ini adalah rencana pembangunan air mancur menari di aliran Sungai Bengawan Madiun.
Diproyeksikan sebagai daya tarik malam hari, pertunjukan air mancur dikombinasikan dengan tata cahaya dan musik interaktif. Konsep ini mirip dengan atraksi di Marina Bay Singapura atau Taman Bekapai di Balikpapan.
Dengan masterplan yang terintegrasi dan berbasis ruang terbuka publik, kawasan ini ditargetkan menjadi sentra wisata malam, pusat ekonomi UMKM, hingga ikon baru Kota Madiun.
Pemkot optimistis, transformasi kawasan bantaran sungai bisa menyerap investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dari miniatur dunia ke Tembok Besar Tiongkok, dan dari PSC ke air mancur menari, Kota Madiun jelas tak main-main dalam menata ulang wajahnya.
Semua ini jadi bukti bahwa kota kecil pun bisa bermimpi besar asal perencanaannya matang, eksekusinya serius, dan manfaatnya kembali ke masyarakat. (*)
Editor : Amin Fauzie