RADARTUBAN- Bagi warga Jalan Manggis 1, Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, Sabtu siang (2/8) akan menjadi hari yang tak mudah terlupakan.
Suasana yang biasanya tenang mendadak berubah gempar oleh sebuah peristiwa tragis yang mengguncang hati dan pikiran banyak orang.
Suasana yang biasanya tenang mendadak berubah mencekam setelah kabar mengejutkan menyebar di lingkungan sekitar.
Seorang remaja putri berinisial NR, 18, diduga mengakhiri hidup ibu kandungnya, YT, 49, dalam sebuah momen yang seharusnya penuh kedamaian—ketika sang ibu tengah khusyuk menunaikan ibadah salat duhur.
Peristiwa memilukan ini menyisakan duka mendalam dan menyentak hati warga sekitar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tragedi memilukan itu bermula ketika pelaku menghantam kepala sang ibu dengan batu cobek.
Tak berdaya menghadapi serangan mendadak itu, sang ibu terjatuh ke lantai, tubuhnya lemah dan tak mampu melawan.
Tanpa belas kasih, pelaku kemudian menusukkan pisau dapur ke tubuh ibunya, mengakhiri hidup perempuan yang telah membesarkannya.
"Korban menderita luka tusuk di beberapa bagian tubuhnya," kata Yuli, seorang tetangga yang tampaknya masih ketakutan dengan kejadian mengerikan itu.
Suaranya lirih, seolah tak percaya bahwa tragedi sebesar ini bisa terjadi begitu dekat dengan rumahnya.
Setelah melakukan perbuatan tragis itu, NR keluar dari rumah dengan wajah datar dan langkah pelan.
Dengan langkah berat dan tatapan kosong, dia mendekati dua tetangganya.
Tanpa ragu, dia mengucapkan kalimat yang membuat waktu seolah membeku—dia baru saja mengakhiri hidup ibu kandungnya sendiri.
Di tengah keterkejutan yang menyelimuti suasana, NR masih sempat menitipkan kedua adiknya, dengan suara lirih memohon agar mereka dijaga dengan baik.
Dengan wajah penuh kepanikan dan hati yang diliputi kecemasan, mereka bergegas menuju Polsek Gading Cempaka untuk melaporkan kejadian yang baru saja mengguncang hidup mereka.
Tak berselang lama, Tim Gabungan Resmob Macan Gading Polresta Bengkulu bersama Tim Opsnal Polsek Gading Cempaka tiba di lokasi.
Di balik keheningan itu, banyak pertanyaan menggantung—tentang apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang mendorong remaja itu melakukan tindakan sekejam itu terhadap ibu kandungnya.
Sementara itu, jenazah sang ibu telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kota Bengkulu.
Di sana, pihak berwenang akan melakukan proses visum sebagai bagian dari prosedur yang diperlukan.
Banyak warganet yang miris melihat potongan video penangkapan sang anak dan berharap emoga proses penanganan hukum berjalan lancar dan keluarga diberi kekuatan menghadapi masa sulit tersebut.
Di balik perbuatan tragis yang dilakukan NR terdapat kebenaran mengerikan yang membuat banyak pengguna daring menjadi sangat sensitif.
NR diduga merupakan Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGJ), kondisi yang dialaminya sejak masa remaja.
Menurut informasi yang beredar, gangguan mental itu muncul setelah dia menjadi korban perundungan saat duduk di bangku SMP
Gangguan jiwa yang dialami NR diduga kerap kambuh , terutama saat emosinya sedang tidak stabil atau tertekan .
Banyak pihak mulai menyoroti bagaimana luka psikologis yang ditimbulkan oleh bullying bisa berkembang menjadi gangguan jiwa yang dalam, bahkan berujung pada hilangnya nyawa.
“Kasihan sekali... masih muda. Korban bullying, lalu mengalami gangguan jiwa, masuk RSJ, dan akhirnya membunuh ibunya sendiri sebelum ditangkap polisi. Semua ini bermula dari pelaku sebenarnya mereka yang sebelumnya menyiksanya hingga stabilitas mentalnya terganggu. Tak akan ada tragedi seperti ini kalau dia tak mengalami itu,” tulis akun @zakkyzahan di media sosial. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama