Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tenaga Honorer Tuban Bakal Disiapkan untuk Jadi Petugas Kebersihan Jika Gagal PPPK

M. Mahfudz Muntaha • Selasa, 5 Agustus 2025 | 00:15 WIB

 

  

Puluhan honorer tenaga kesehatan yang berharap diangkat menjadi ASN saat hendak berdialog dengan legislatif.
Puluhan honorer tenaga kesehatan yang berharap diangkat menjadi ASN saat hendak berdialog dengan legislatif.

RADARTUBAN - Dilematis. Itulah kondisi dan nasib tenaga honorer yang tidak lolos seleksi PPPK tahap dua 2024.

Terlebih, bagi mereka yang menyandang pendidikan tinggi.

Sebab, ketika sudah di-outsourcing-kan ke pihak ketiga, setinggi apa pun strata yang disandang bakal tidak berlaku. Selain gaji yang kecil, juga tidak ada jenjang karir.

Untuk sementara ini, pilihannya pun hanya tiga: menjadi tenaga kebersihan, driver, atau keamanan.

Artinya, sekalipun sudah menyandang gelar S2, tidak ada pilihan lain, kecuali mengundurkan diri dan berkarir di bidang lain.

‘’(Untuk honorer yang dialihdayakan, Red) memang ada pekerjaan yang “downgrade” (tidak sesuai dengan pekerjaan sebelumnya),’’ ujar Sekda Budi Wiyana. Misalnya, dari staf admin di OPD menjadi tenaga kebersihan.

Budi menargetkan, pemetaan tenaga honorer di lingkup Pemkab Tuban akan tuntas akhir 2025 nanti.

Sehingga, tegas dia, pada tahun anggaran 2026 nanti sudah ada pos anggaran yang tersedia untuk rekanan atau perusahaan yang bekerja sama dengan pemkab.

‘’Nantinya, anggaran yang disiapkan untuk pihak ketiga ini dialokasikan di belanja barang dan jasa, bukan di belanja pegawai,’’ pungkasnya.

SG, salah satu tenaga honorer di lingkup Pemkab Tuban mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan kebijakan tersebut.

Hanya saja, dia sangat prihatin dengan nasib honorer yang sudah bertahun-tahun, bahkan belasan tahun mengabdi di Pemkab Tuban.

‘’Jujur, kami sangat sedih. Ada teman kami yang yang sudah bertahun-tahun mengabdi di Pemkab Tuban. Tapi karena tidak lolos seleksi PPPK tahap dua, dia harus siap menjadi tenaga kebersihan atau keamanan. Padahal, selama ini kerjanya sangat bagus,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Lebih lanjut dia menyampaikan, jika dilihat dari sisi pengabdian, kebijakan penempatan honorer yang tidak lolos seleksi PPPK tahap dua ini seperti halnya “menyudahi” masa kerja secara halus.

‘’Jika benar itu (kebijakan alih daya, Red) yang terjadi. Sepertinya akan banyak honorer yang mengundurkan diri. Ini pilihan yang sangat delematis. Pengabdian yang sangat lama, tapi berakhir seperti ini,’’ tandasnya. (fud/tok)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #tenaga kebersihan #pemkab #sekda #honorer