Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tips Agar Tidak Iri Dengki dan Marah Saat Melihat Orang Lain Sukses

Bihan Mokodompit • Rabu, 6 Agustus 2025 | 18:35 WIB
Ilustrasi iri melihat kesuksesan orang lain.
Ilustrasi iri melihat kesuksesan orang lain.

RADARTUBAN - Setiap orang pasti pernah merasakan emosi yang campur aduk saat melihat keberhasilan orang lain.

Dalam hati, mungkin muncul kekaguman sekaligus rasa ingin memiliki hal serupa.

Namun, tak jarang pula muncul perasaan tak nyaman seperti marah atau kecewa.

Tips menahan amarah ketika melihat orang lain sukses sangat dibutuhkan, terutama agar emosi ini tidak berubah menjadi penghambat hubungan sosial atau bahkan pertumbuhan pribadi.

Menurut pakar hubungan dan pertemanan, Shasta Nelson, rasa cemburu atau rasa iri yang muncul sebenarnya bukan tanda bahwa kita adalah orang jahat atau teman yang buruk, melainkan tanda bahwa kita sedang mengalami luka emosional.

Dalam banyak kasus, emosi ini berasal dari perasaan tidak adil atau penolakan yang kita alami, misalnya gagal masuk universitas, tidak dipilih dalam pekerjaan, atau merasa tertinggal dari orang-orang sekitar.

Kenapa Emosi Itu Terasa Begitu Menyakitkan?

Secara ilmiah, manusia membutuhkan dukungan emosional dan rasa keterhubungan dengan lingkungan sosialnya.

Ketika kebutuhan ini terganggu, entah karena penolakan, pengucilan, atau tekanan sosial, otak kita memprosesnya layaknya rasa sakit fisik.

Tubuh pun merespons dengan melindungi diri, salah satunya lewat rasa iri atau bahkan amarah.

Namun, tidak semua bentuk iri itu berbahaya. Shasta Nelson membedakan antara iri yang meresahkan dan iri yang mengapresiasi.

Iri yang meresahkan membuat kita merasa orang lain tidak pantas berhasil karena kita sendiri belum berhasil.

Sebaliknya, iri yang mengapresiasi justru bisa menjadi motivasi bahwa keberhasilan orang lain bukan ancaman bagi diri kita, melainkan inspirasi bahwa kita juga bisa mencapai hal serupa dengan jalur yang berbeda.

Pahami Emosimu dan Beri Nama Perasaannya

Langkah penting dalam tips menahan amarah ketika melihat orang lain sukses adalah dengan mengidentifikasi emosi yang muncul.

Cobalah bertanya pada diri sendiri: apakah kamu merasa ditolak, kecewa, atau malu? Jangan menghakimi perasaan itu.

Perasaan tidak adil, marah, atau malu bukan hal yang tabu, justru bisa menjadi petunjuk penting atas keinginan terdalammu.

Gantilah narasi negatif dalam pikiranmu dengan kalimat yang lebih sehat.

Misalnya, ubah “Aku gagal total” menjadi “Aku sedih dan kecewa, dan itu wajar. Perasaanku valid.”

Dengan mengakui rasa iri dan mengolahnya, kamu akan lebih mampu menata pikiran dan melangkah maju.

Temukan Makna di Balik Emosimu

Setelah memahami emosi yang kamu rasakan, cari tahu apa sebenarnya yang kamu inginkan. Apakah kamu merasa tertinggal dalam hal karier?

Atau takut mengecewakan keluarga? Dengan mengenali sumber dari perasaan tidak adil itu, kamu bisa merancang langkah baru yang lebih realistis.

Misalnya, jika kamu iri dengan teman yang mendapat magang impian, pikirkan bagian mana yang paling kamu inginkan: pengalamannya, relasinya, atau hanya gengsi semata?

Dengan kejelasan ini, kamu bisa fokus mengejar kebutuhanmu tanpa harus menyakiti diri sendiri atau orang lain.

Ambil Langkah Nyata dan Bangun Koneksi Positif

Kebutuhan seperti belajar hal baru atau membangun jejaring profesional tidak hanya bisa dipenuhi dari satu sumber saja.

Jika kamu tidak diterima di universitas atau magang tertentu, cobalah alternatif lain yang tetap mendekatkanmu pada tujuan yang sama.

Mengikuti webinar, bergabung komunitas, atau menghubungi dosen favorit lewat media sosial bisa jadi langkah awal yang kuat.

Dengan cara ini, dukungan emosional bisa kamu ciptakan sendiri, dari lingkungan yang kamu pilih dan upaya yang kamu bangun.

Bangun Kembali Persahabatan dengan Cara yang Sehat

Langkah terakhir dalam tips menahan amarah ketika melihat orang lain sukses adalah dengan mengubah rasa iri menjadi dorongan untuk mempererat hubungan. Setelah kamu berhasil memproses emosimu, kamu akan lebih siap untuk merayakan keberhasilan temanmu tanpa merasa kalah.

Beranikan dirimu untuk berkata jujur kepada teman bahwa kamu merasa tertinggal. Percakapan ini bisa menjadi momen untuk memperkuat koneksi kalian. 

“Kamu bisa hadir untuk temanmu dan kehidupan mereka, bahkan ketika itu berbeda dari realita yang kamu bayangkan," kata Shasta Nelson.

Dengan begitu, kamu tak hanya menjaga hubungan, tetapi juga melatih kecerdasan emosional yang akan membantumu sepanjang hidup. Karena sejatinya, hidup tidak harus berjalan dalam garis yang sama, tapi bisa tetap sejajar dalam semangat saling mendukung. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#marah #iri dengki #persahabatan #emosi #koneksi