RADARTUBAN – Puluhan warga Dusun Pulokalapa, Desa Rawasari, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menggelar aksi protes.
Mereka menolak pembangunan kandang ayam broiler berkapasitas 40 ribu ekor yang direncanakan berdiri di wilayah mereka.
Aksi dilakukan pada Selasa (5/8) pukul 16:31 WIB dan didominasi oleh kaum ibu-ibu.
Warga menyuarakan penolakan karena khawatir terhadap dampak lingkungan dan kesehatan, seperti pencemaran udara, bau menyengat, limbah, serta risiko penyakit zoonosis seperti flu burung.
Mereka juga memprotes kurangnya transparansi dalam proses perencanaan, mengaku tidak pernah diajak berdialog atau disosialisasikan terkait proyek tersebut.
Dalam video yang tersebar di media sosial, para warga memasang spanduk bertuliskan: Menolak Keras! Adanya Pembangunan Kandang Ayam Broiler di Lingkungan Kami.
Baca Juga: PT Gasuma Janji Lunasi Kompensasi Warga Badegan Soko Mulai September, Warga Batal Demo
Aksi yang berlangsung spontan ini disorot akun instagram @radarkarawang, dan video unggahannya telah ditonton lebih dari 2.000 kali sejak terakhir kali diunggah.
Dukungan netizen pun mulai mengalir, menunjukkan simpati terhadap keresahan warga.
Salah satu ibu rumah tangga menyampaikan kekhawatirannya mengenai rencana pembangunan kandang ayam.
“Kalau kandang ayam dibangun dekat rumah warga, nanti baunya kemana-mana. Anak-anak main di luar jadi tidak sehat,” ujarnya.
“Jangan sampai karena bisnis, warga dikorbankan. Kami minta pemerintah turun tangan,” tambah salah satu warga lainnya yang juga ikut dalam aksi.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan menindaklanjuti aspirasi mereka.
Mereka menuntut adanya dialog terbuka dan proses perencanaan yang melibatkan masyarakat, bukan keputusan sepihak demi kepentingan bisnis semata.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak desa maupun pemilik usaha peternakan.
Namun, suara warga Dusun Pulokalapa telah menjadi sorotan publik yang peduli pada kelestarian lingkungan dan hak atas ruang hidup yang sehat. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama