RADARTUBAN- Beberapa tahun terakhir angka pernikahan di Indonesia terus mengalami penurunan, pada tahun 2018 angka pernikahan di Indonesia tercatat sebanyak 2,1 juta pasangan yang melakukan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA). Pada tahun 2020 angka pernikahan tercatat di KUA sebanyak 2 juta.
Dalam mengatasi fenomena tersebut Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad, pada tahun ini akan menargetkan pencatatan pernikahan nasional sebanyak dua juta pasangan.
Angka tersebut disampaikan langsung oleh Abu Rokhmad dalam pembinaan kepada ASN Kantor Kementerian Agama Kota Bogor.
“Tolong pasang target, Pak. Tidak boleh angkanya turun dari tahun kemarin," ujar Abu.
Abu Rokhmad juga mengatakan bahwa seluruh angka pernikahan harus di catat agar dapat diketahui peningkatan pada setiap bulan dan tahunnya.
Kemenag juga memberikan beberapa program layanan dalam mencapai target tersebut seperti nikah massal, dan Gas Nikah.
“Kalau perlu gencarkan inisiatif layanan jemput bola. Makanya ada program nikah massal, ada program Gas Nikah,” ujarnya.
Abu juga mengingatkan bahwa penghulu serta ASN Kemenag juga perlu untuk meningkatkan target.
“ASN Kemenag sekarang ini tidak main-main. Dibayar dengan serius, Pak, dan penghulu harus dinaikkan targetnya," tandasnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni