RADARTUBAN —Pemerintah Israel secara resmi menyetujui rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengambil alih total wilayah Gaza demi tujuan mengalahkan Hamas.
Langkah ini diumumkan sebagai strategi militer baru, di mana tentara Israel disebut akan bersiap mengambil kendali penuh atas Kota Gaza sambil mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada warga sipil yang berada di luar zona pertempuran.
Kemarin, dalam wawancara dengan stasiun televisi Amerika Serikat Fox News, Netanyahu menegaskan rencana tersebut bukanlah upaya untuk memerintah Gaza.
Dia menyatakan bahwa Israel tidak berniat mempertahankan Jalur Gaza, wilayah yang sebelumnya diduduki pada tahun 1967 namun ditinggalkan pada 2005 setelah penarikan pasukan dan pemukim Israel.
Netanyahu juga mengklaim tujuan utama pengambilalihan sementara ini adalah untuk menghancurkan kekuatan Hamas sekaligus memastikan bantuan kemanusiaan tetap tersalurkan kepada penduduk yang tidak terlibat pertempuran.
Meski begitu, rencana ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak internasional yang menilai langkah tersebut berpotensi memperpanjang konflik di kawasan tersebut. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama