RADARTUBAN – Pameran otomotif terbesar di Tanah Air, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, resmi menutup tirai dengan catatan yang mengundang decak kagum.
Lebih dari 60 merek otomotif global, termasuk 40 merek kendaraan penumpang, 4 merek kendaraan komersial, 17 merek sepeda motor, serta 4 perusahaan karoseri, berlomba memikat hati pengunjung.
Hasilnya? Pasar otomotif Indonesia kian menunjukkan gairah, khususnya di segmen mobil hybrid dan kendaraan listrik (EV).
Data penjualan SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) dari sejumlah merek raksasa menunjukkan pertarungan ketat di papan atas.
Toyota keluar sebagai pengumpul SPK terbanyak, yakni 4.250 unit, sedikit mengungguli Mitsubishi yang membukukan 4.110 unit.
Andalan Toyota, Innova Zenix Hybrid, menyumbang 34 persen dari total SPK, menandakan tren elektrifikasi kian diminati.
Mitsubishi membuktikan diri bukan sekadar pemain lama, tapi juga pesaing serius di segmen SUV.
Mitsubishi Destinator, yang menjadi model primadona, menyumbang 47 % dari total SPK mereka.
Persaingan ketat Toyota vs Mitsubishi ini menegaskan bahwa pangsa pasar mobil keluarga dan SUV masih jadi medan utama perebutan konsumen.
Tak mau kalah, Wuling sukses membukukan 2.395 unit SPK, dengan Binguo EV menjadi primadona mutlak (63 persen).
Capaian ini menegaskan bahwa mobil listrik kompak buatan pabrikan Tiongkok ini berhasil menyasar segmen muda dan urban.
Sementara itu, Chery mengantongi 2.153 unit SPK, dengan Tiggo 8 CSH menyumbang 24 % penjualan.
Strategi Chery yang memadukan desain premium dan fitur modern terbukti menarik minat konsumen kelas menengah atas.
Di segmen city car, Honda Brio tak tergoyahkan. Dari total 1.908 unit SPK yang dikumpulkan Honda, setengahnya (50 persen) berasal dari Brio.
Kombinasi harga terjangkau, desain kompak, dan efisiensi bahan bakar membuatnya tetap jadi favorit pembeli pertama.
Meskipun hanya mencatat 580 unit SPK, Daihatsu menonjolkan Rocky Hybrid sebagai bintang utama. Dari total SPK tersebut, 147 unit atau sekitar 25 persen merupakan varian hybrid, menunjukkan arah strategi mereka yang mulai condong ke elektrifikasi.
Tren GIIAS 2025 jelas menunjukkan bahwa mobil hybrid dan listrik bukan lagi sekadar gimmick, melainkan kebutuhan pasar.
Toyota, Wuling, dan Daihatsu tampil menonjol di segmen ini, sementara produsen lain mulai menyesuaikan strategi untuk tidak tertinggal.
Dengan euforia GIIAS 2025 yang masih terasa, satu hal pasti: peta persaingan otomotif Indonesia akan semakin panas di tahun-tahun mendatang.
Produsen harus terus berinovasi, sementara konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama