RADARTUBAN —Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memastikan kajian proyek Light Rail Transit (LRT) Bandung Raya masih terus berlanjut.
Proyek ini menjadi salah satu langkah strategis Pemprov Jawa Barat dalam mengurangi kemacetan parah yang selama ini terjadi di Kota Bandung.
Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat, Sumasna, menyampaikan bahwa kehadiran LRT akan menjadi alternatif transportasi massal yang efisien.
“Jadi misalkan dari Ledeng ke Leuwipanjang itu kalau seandainya ada LRT mungkin akan beda. Penggunaan masyarakat tidak harus semuanya gunakan roda dua atau roda empat, yang akhirnya karena jalan di Kota Bandung khususnya itu yang kecil-kecil, bisa lebih lancar,” ujarnya.
Kemacetan di Bandung saat ini menjadi persoalan serius akibat kapasitas jalan yang terbatas dan tingginya jumlah kendaraan pribadi.
Pihak Pemprov menilai LRT dapat mengalihkan sebagian besar mobilitas masyarakat ke moda transportasi umum, sehingga beban lalu lintas berkurang.
Kajian yang tengah dilakukan mencakup rute, desain jalur, potensi jumlah penumpang, hingga perhitungan biaya konstruksi dan operasional.
Pemprov berharap hasil kajian ini dapat segera dipresentasikan untuk tahap pengambilan keputusan akhir sebelum pembangunan dimulai. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni