Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

81,47 Juta Data Pelanggan JNE Diduga Dijual di Forum Gelap, Ukuran File Capai 245 GB

Mohammad Mukarom • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 15:35 WIB
Jutaan data pelanggan JNE diduga dijual di forum gelap
Jutaan data pelanggan JNE diduga dijual di forum gelap

RADARTUBAN- Kasus kebocoran data berskala raksasa kembali mengguncang Indonesia, kali ini menimpa perusahaan logistik PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE).

Sebanyak 81,47 juta data pelanggan diduga diretas dan dijual secara terbuka di forum gelap dengan nilai mencapai puluhan juta rupiah.

Informasi ini pertama kali terkuak pada Senin, 11 Agustus 2025 melalui unggahan seorang pengguna bernama “R0m4nce” di situs darkforums.st.

Pelaku mengklaim memperoleh data pengiriman JNE dari Mei hingga 8 Agustus 2025, lengkap dengan informasi detail yang rawan disalahgunakan.

Data tersebut dilaporkan berisi nomor resi, nama penerima, alamat lengkap, nomor ponsel, hingga rincian barang yang dikirim.

Pelaku bahkan menyebut pihak JNE tidak memberikan respons atas upaya konfirmasi yang dilakukannya sebelum memutuskan menjual data tersebut.

Dalam keterangannya di forum, pelaku mengungkap format data berbentuk CSV dan JSON dengan total ukuran mencapai 245 GB dalam kondisi tidak terkompresi.

Sebagai bukti, pemilik akun tersebut membagikan sampel data yang bisa diunduh bebas, menampilkan informasi pribadi yang bisa dimanfaatkan untuk aksi kejahatan.

Seluruh data dibanderol seharga 2.000 dolar AS atau sekitar Rp 32 juta untuk paket lengkap, namun pelaku juga membuka opsi pembelian sebagian data dengan harga sesuai kesepakatan.

Sebelum kabar ini merebak, sejumlah warganet sudah melaporkan kasus penipuan yang diduga memanfaatkan data pelanggan JNE.

Aduan itu ramai diunggah melalui kolom komentar akun resmi JNE di platform X (Twitter).

Seseorang dengan nama akun @ngopimasszeh meminta konfirmasi resmi dari perusahaan karena hawatir data pribadinya bocor dan digunakan pihak tak bertanggung jawab.

Pengguna lain, @justIluvb, bahkan menuding adanya potensi keterlibatan pihak internal.

Dirinya mengaku dihubungi seseorang yang mengaku kurir dan mengetahui detail pengirimannya secara persis.

Hingga kini, JNE belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan kebocoran data tersebut.

Belum jelas pula apakah kasus ini telah dilaporkan ke pihak berwenang untuk proses investigasi.

Jika benar terjadi, kebocoran data sebesar ini berpotensi menimbulkan dampak serius.

Risikonya meliputi penipuan, pencurian identitas, hingga serangan phishing yang menyasar korban secara langsung.

Para pakar keamanan siber mengingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap panggilan atau pesan mencurigakan yang mengatasnamakan pihak logistik.

Langkah preventif seperti mengganti nomor ponsel atau memantau transaksi online sangat disarankan untuk mengurangi risiko kerugian.

Kasus ini menambah daftar panjang kebocoran data yang menyerang sektor swasta di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Tanpa regulasi perlindungan data yang tegas, kebocoran serupa dikhawatirkan akan terus berulang. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#forum gelap #kebocoran data #Data pengiriman JNE #R0m4nce #JSON #jne #CSV #data pelanggan logistik