RADARTUBAN - Sejak dulu komunitas Android telah berkembang pesat sejalan dengan sistem operasi tersebut yang menerapkan sumber terbuka.
Sehingga banyak melahirkan pengembang independen yang memodifikasi Android sesuai dengan keinginan.
Tetapi pada saat ini, dengan panjangnya dukungan update dari vendor, maka komunitas tersebut lambat laun semakin tenggelam.
Apalagi beberapa merek smartphone semakin menyulitkan pengguna untuk membuka kunci bootloader ponsel mereka.
Hal ini terjadi ke OnePlus, salah satu merek ponsel legendaris tersebut memperkenalkan aturan baru terkait akses membuka kunci bootloader pada ColosOS 16 di Tiongkok.
Jika sebelumnya pengguna hanya perlu mengaktifkan opsi buka kunci di pengaturan pengembang, kini pengguna harus terlebih dahulu mengajukan permohonan resmi melalui program khusus.
Selain itu, pengguna juga diwajibkan untuk memiliki akun yang terbebas dari masalah dan pelanggaran serius.
Menurut OnePlus, langkah ini bertujuan untik meningkatkan keamanan perangkat, melindungi data pengguna, serta menjaga stabilitas sistem yang ada.
Tetapi untuk saat ini, aturan baru tersebut masih diterapkan secara terbatas di wilayah Tiongkok bagi perangkat yang menjalankan ColosOS 16.
Kebijakan baru ini jelas membuat proses membuka kunci bootloader tidak lagi sesederhana dulu, terutama bagi pengguna yang sering memasang ROM kustom atau melakukan rooting pada perangkat.
Dengan langkah ini, OnePlus mengikuti jejak Xiaomi yang menerapkan aturan serupa bagi pengguna yang ingin membuka kunci bootloader.
Sementara itu, produsen lain seperti Samsung bahkan telah menghapus opsi buka kunci bootloader di pengaturan pada beberapa perangkat baru yang menjalankan OneUI terbaru.
Hingga saat ini belum ada kepastian apakah OnePlus akan membawa kebijakan baru tersebut ke wilayah Global.
Tetapi apapun itu, mengingat Android 16 untuk perangkat OnePlus belum sepenuhnya diluncurkan, maka dampak dari kebijakan baru ini mungkin baru akan dirasakan dalam beberapa waktu mendatang. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama