RADARTUBAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis informasi terbaru mengenai wilayah yang berpotensi hujan di Jawa Timur pada Rabu, 20 Agustus 2025.
Beberapa daerah diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat.
Adapun wilayah tersebut meliputi Bondowoso, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, dan Situbondo.
Menurut prakiraan cuaca, kondisi ini perlu diwaspadai masyarakat karena berpotensi menimbulkan dampak berupa banjir, genangan air, hingga pohon tumbang akibat angin kencang.
BMKG menegaskan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Analisis Iklim dan Fenomena Atmosfer
BMKG Jawa Timur menjelaskan bahwa anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur berada pada nilai negatif dengan indeks ENSO NINO3.4 sebesar -0.2.
Kondisi ini tidak berdampak signifikan pada peningkatan pembentukan awan konvektif di wilayah Jawa Timur.
Sementara itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) menunjukkan nilai indeks DMI sebesar -0.87 yang berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif di Indonesia bagian barat.
Selain itu, prediksi Outgoing Longwave Radiation (OLR) menunjukkan nilai netral hingga negatif dalam sepekan ke depan, sehingga mendukung potensi munculnya hujan lebat di sebagian daerah.
BMKG juga mencatat suhu muka laut di perairan sekitar Jawa Timur berada pada kisaran 1,0℃ hingga 1,5 derajat celcius di atas normal. Kondisi ini dapat menambah massa uap air yang memicu pertumbuhan awan hujan.
Faktor Angin dan Madden-Julian Oscillation
Hasil analisis streamline menunjukkan angin lapisan 3000 FT pada 18 Agustus 2025 pukul 07.00 WIB bergerak dominan dari arah timur hingga tenggara dengan pola steady.
Sementara itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan aktif pada fase 3.
Meski demikian, aktivitas MJO ini tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan di Jawa Timur.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
Dalam keterangannya, BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi maupun kekeringan yang masih bisa terjadi.
BMKG menuliskan bahwa masyarakat diimbau selalu menggunakan pelindung kulit dan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan, menghindari paparan matahari langsung.
Selanjutnya, saspada terhadap bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. Hindari aktivitas pembakaran sampah atau membuang puntung rokok sembarangan.
"Bijak menggunakan air bersih dan memaksimalkan pembangunan atau perbaikan bangunan, rumah, jalan maupun saluran air selama musim kemarau,” tulis BMKG dalam rilisnya.
BMKG Jawa Timur juga meminta masyarakat untuk terus memantau prakiraan cuaca harian melalui aplikasi Info BMKG, kanal media sosial resmi.
Dengan demikian, masyarakat dapat mengantisipasi perubahan cuaca secara lebih dini dan mengurangi risiko dampak yang ditimbulkan oleh hujan lebat maupun angin kencang. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama