RADARTUBAN – Nama Immanuel Ebenezer mendadak jadi headline nasional. Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) itu terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (20/8) malam.
Publik sontak terperangah: siapa sebenarnya sosok yang akrab disapa Noel ini, dan bagaimana rekam jejaknya hingga bisa menembus lingkaran kekuasaan?
Immanuel Ebenezer bukanlah figur asing di panggung politik Indonesia. Pria kelahiran 22 Juli 1975 itu dikenal sejak lama sebagai aktivis jalanan, vokal membela isu demokrasi dan hak-hak rakyat kecil.
Noel pernah memimpin Relawan Jokowi Mania (Joman) yang gencar mengawal kampanye dan kebijakan Presiden Joko Widodo.
Sikap lantangnya membuatnya sering bersuara keras terhadap pihak yang dianggap mengganggu jalannya pemerintahan.
Tak jarang, pernyataannya menimbulkan kontroversi, namun di sisi lain menegaskan posisinya sebagai sosok yang berani tampil beda.
Selain kiprah di dunia aktivisme, Noel juga aktif dalam berbagai organisasi masyarakat.
Pemilik nama lengkap Immanuel Ebenezer Gerungan itu kerap muncul di forum publik, diskusi politik, hingga aksi massa. Popularitasnya makin melejit saat menjadi salah satu wajah paling dikenal di barisan relawan politik.
Dari jalur itulah Noel akhirnya menembus lingkaran elite. Kariernya mencapai puncak ketika pada 2024 lalu diangkat Presiden Prabowo sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.
Keputusan itu sempat menuai pro-kontra, mengingat rekam jejaknya lebih banyak di ranah aktivisme ketimbang teknokrasi birokrasi.
Sebagai Wamenaker, Immanuel sempat beberapa kali membuat gebrakan pernyataan.
Politisi Partai Gerindra itu dikenal blak-blakan, bahkan kerap bersinggungan dengan isu-isu sensitif dunia ketenagakerjaan.
Namun, langkahnya juga kerap dipandang kontroversial, terutama di kalangan serikat pekerja yang menilai pendekatannya terlalu politis.
Meski begitu, Noel tetap menempatkan dirinya sebagai representasi aktivis yang berhasil menembus struktur pemerintahan. Statusnya sebagai mantan relawan garis depan menjadi modal politik yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Kini, sorotan publik berubah drastis. Kabar penangkapan Noel oleh KPK menjadi pukulan telak.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan OTT tersebut, meski belum mengungkap detail kasus, lokasi, maupun nominal dugaan suap yang menyeret sang pejabat.
Publik pun menanti: apakah Noel hanya menjadi bagian dari operasi tangkap tangan atau justru aktor utama dalam pusaran dugaan korupsi?
Kisah Immanuel Ebenezer bisa dibilang dramatis. Dari aktivis jalanan penuh idealisme, naik ke kursi kekuasaan mentereng, dan kini jatuh ke jerat hukum KPK.
Sebuah ironi perjalanan politik yang memberi pelajaran penting: jalan pintas menuju kekuasaan kerap menyisakan jebakan berbahaya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni