RADARTUBAN – Suasana suka cita dalam sebuah pesta syukuran pernikahan di kompleks belakang Rutan Kelas II B Maumere, Kabupaten Sikka, berubah menjadi duka mendalam.
Insiden penikaman yang terjadi pada Sabtu dini hari, (23/8), menewaskan satu orang dan membuat dua lainnya harus dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi luka berat.
Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 02.00 Wita dan melibatkan tiga warga Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok.
Korban meninggal diketahui bernama Piluk, sementara dua korban luka berat masing-masing bernama Charles dan Aril.
Jenazah Piluk saat ini telah dibawa ke ruang jenazah RSUD TC Hillers, sedangkan Charles dan Aril masih menjalani perawatan intensif akibat luka parah yang diderita.
Baca Juga: Tak Bisa Kendalikan Emosi, Tiga Pemuda di Tuban Diamankan Polisi Usai Lakukan Kekerasan
Situasi ini sontak membuat keluarga dan warga sekitar terpukul sekaligus terkejut, mengingat pesta syukuran yang semula penuh kebahagiaan berakhir dengan tragedi.
Berdasarkan keterangan sementara, insiden penikaman itu bermula saat berlangsungnya acara pesta.
Namun hingga kini motif pasti dan pemicu terjadinya aksi kekerasan tersebut belum dapat dipastikan.
Aparat kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan dari keluarga korban serta saksi-saksi di lokasi kejadian.
Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno, melalui Kasie Humas Ipda Leo Tunga, membenarkan adanya peristiwa itu.
Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian langsung bergerak cepat begitu menerima laporan terkait tindak penganiayaan berat yang terjadi di wilayah Kota Baru, Maumere.
“Benar, ada satu korban meninggal dunia dan dua korban mengalami luka berat akibat penikaman. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab dan kronologi lengkap kejadian,” ujar Ipda Leo Tunga.
Hingga berita ini diturunkan, suasana duka masih menyelimuti keluarga korban.
Polisi juga masih melakukan penjagaan di sekitar lokasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta memastikan proses penyelidikan berjalan lancar.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bahwa euforia pesta seharusnya diwarnai kebahagiaan, bukan berakhir dengan kehilangan nyawa.
Masyarakat pun berharap agar pihak kepolisian segera menuntaskan penyelidikan dan mengungkap pelaku serta motif di balik penikaman tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni