RADARTUBAN - Produsen otomotif milik Elon Musk yakni Tesla mengambil langkah berbeda di pasar Tiongkok dengan mengganti sistem AI bawaan pada mobil listrik buatannya.
Jika di hampir semua negara mobil buatan Tesla tersebut mengandalkan Grok LLM buatan xAI, di wilayah Tiongkok perusahaan itu lebih memilih mengadopsi model AI lokal Tiongkok yakni DeepSeek.
Perubahan ini diketahui melalui Nomor Identifikasi Kendaraan (VIN) Tesla di Tiongkok yang memperlihatkan nama DeepSeek tercantum dalam sub kategori AI.
Meskipun sejauh ini tidak ada pernyataan resmi dari Tesla, tetapi langkah tersebut diduga berkaitan dengan sensitivitas politik dan teknologi di negeri Tirai bambu itu.
Hal ini semakin memanas saat Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick menyebut Tiongkok tengah kecanduan teknologi dari Amerika.
Beijing menganggap pernyataan tersebut seolah menghina Tiongkok yang mengakibatkan munculnya kebijakan baru dari negara tersebut.
Tiongkok kini membatasi ketergantungan mereka ke produk teknologi barat, termasuk rencana pembatasan untuk membeli chip GPU NVIDIA H2 oleh salah satu perusahaan lokal Tiongkok.
Tetapi upaya menuju kemandirian ini bukan tanpa hambatan, mengingat chip buatan Tiongkok sendiri masih tertinggal dari segi kinerja.
Bahkan DeepSeek dilaporkan menunda peluncuran model baru karena keterbatasan chip dari Huawei dalam melatih AI berskala besar.
Kondisi ini memicu dilema antara ambisi menuju kemandirian teknologi dan keterbatasan teknologi yang masih kalah saing dengan barat.
Bagi Tesla sendiri, keputusan mengganti Grok dengan DeepSeek di wilayah Tiongkok bisa dipandang sebagai lanagkah yang mau tak mau harus dilakukan agar tetap bisa eksis di pasar otomotif terbesar di dunia.
Langkah ini juga membuat Tesla menghindari gesekan dengan Beijing yang semakin tegas dalam membuat kebijakan mengenai produk teknologi barat. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama