RADARTUBAN - Sebuah cerita viral baru-baru ini menghebohkan netizen di media sosial.
Cerita ini bermula dari seorang kakak yang mengungkapkan pengalaman cintanya yang cukup mengejutkan.
Menurut pengakuan kakak tersebut, dia telah menjalani hubungan pacaran selama 8 tahun lamanya.
Namun dalam waktu tersebut, dia ternyata telah diselingkuhi sebanyak 13 kali oleh pasangannya. Kondisi ini tentu membuat banyak orang tidak habis pikir dan merasa miris mendengar kisahnya.
Yang semakin membuat cerita ini menarik adalah sikap sang kekasih yang meskipun telah berbuat seperti itu masih menyatakan bahwa ia sayang dan bahkan ingin jika diajak balikan kembali.
Ungkapan tersebut sontak membuat banyak orang terkejut dan menjadi bahan perbincangan hangat.
Banyak yang bertanya-tanya bagaimana mungkin seseorang bisa tetap bertahan dan mempertahankan perasaan di tengah luka yang berulang.
Cerita ini membuka diskusi besar tentang arti cinta, kesetiaan, dan batasan dalam sebuah hubungan.
Selain itu, kisah ini juga mengingatkan pentingnya harga diri dan kebahagiaan pribadi, serta keberanian untuk meninggalkan hubungan yang tidak sehat.
Melalui akun @tante.rempong.official yang membagikan cerita ini, banyak netizen memberikan komentar dan dukungan, ada yang menyayangkan kejadian tersebut dan menyarankan untuk lebih menghargai diri sendiri agar tidak terus terluka.
"Mbak pacaran lama udh digituin ntr pas nikah baru sebentar amit2 karena nikah tak seindah itu. Laki udh nikah berubah sifatnya. Doa aja mb slt istikharah n raja." Tulis salah satu komentar akun @amaliashd
Dalam video tersebut penyanyi cowok itu mencoba bertanya kepada si cewek, pesan apa yang mau kamu sampaikan Buat dia
"Kalau mau pulang-pulang, sama aku gpp"
Sontak dari jawaban ceweknya semua bersorak udah disakitikin, diselingkuhi masih saja tetap sayang.
Pesan penting yang bisa diambil dari cerita ini adalah bahwa dalam sebuah hubungan, saling menghargai dan setia menjadi pondasi utama.
Jika sudah banyak disakiti, ada baiknya untuk mempertimbangkan kembali apakah hubungan tersebut layak untuk dipertahankan demi kebahagiaan bersama. (*)