RADARTUBAN - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa penyediaan ruang laktasi dan fasilitas ramah bayi lebih mendesak ketimbang menghadirkan gerbong khusus perokok pada layanan kereta api jarak jauh.
Pernyataan tersebut disampaikan Gibran menanggapi usulan salah seorang anggota DPR yang meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyediakan gerbong bagi penumpang perokok.
Menurutnya, skala prioritas harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap perumusan kebijakan publik.
"Kalau ada ruang fiskal, menurut saya pribadi lebih baik digunakan untuk kepentingan ibu hamil, ibu menyusui, balita, lansia, maupun penyandang disabilitas," ujar Gibran usai meninjau revitalisasi Stasiun Solo Balapan di Solo, Jawa Tengah, Minggu (18/8).
Gibran mencontohkan, keberadaan ruang laktasi di dalam gerbong atau perluasan fasilitas kamar mandi agar lebih nyaman bagi orang tua ketika mengganti popok bayi akan jauh lebih bermanfaat.
"Saya kira itu lebih prioritas. Sekali lagi, dalam setiap kebijakan pasti ada skala prioritas," tegasnya.
Wapres juga menyampaikan permohonan maaf kepada anggota DPR yang mengusulkan gerbong perokok.
Menurutnya, masukan tersebut tetap dihargai, namun pemerintah dan KAI perlu mengutamakan kebutuhan yang lebih mendesak bagi masyarakat luas.
"Masukan tetap kami tampung, tetapi ada hal-hal lain yang lebih penting untuk peningkatan pelayanan KAI ke depan," tambahnya.
Sebelumnya, Anggota DPR RI Nasim Khan mengusulkan agar KAI menyiapkan gerbong khusus bagi perokok dalam perjalanan jarak jauh.
Usulan itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin pada Rabu (20/8).
Menanggapi hal tersebut, PT KAI menegaskan bahwa seluruh layanan kereta api tetap bebas asap rokok.
Kebijakan ini diambil untuk menjaga kenyamanan serta keselamatan seluruh penumpang selama perjalanan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama