Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Fenomena Gen Z Stare Jadi Sorotan, Tatapan Kosong Generasi Z yang Sering Disalahartikan

Dyah Ayu Oktiara Putri • Selasa, 26 Agustus 2025 | 12:05 WIB
Tren Gen Z Stare
Tren Gen Z Stare

RADARTUBAN – Fenomena Gen Z Stare tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial dan dunia kerja.

Istilah ini menggambarkan tatapan kosong khas Generasi Z ketika menghadapi percakapan sehari-hari, terutama dengan generasi yang lebih tua, baik itu milenial maupun boomer.

Tatapan tersebut sering menimbulkan rasa kikuk karena lawan bicara merasa diabaikan, bahkan ada yang menilainya sebagai tanda tidak sopan.

Namun, sejumlah pakar menegaskan bahwa fenomena ini tidak bisa dipandang dari permukaan, perlu adanya pandangan yang lebih dalam mengenai fenomena ini.

Psikolog klinis, Meg Jay menjelaskan bahwa “stare” ini bukanlah bentuk sikap dingin atau ketidakpedulian, melainkan reaksi alami dari generasi yang masih beradaptasi dengan dunia sosial dan profesional.

Menurutnya, banyak Gen Z masih mencari pola komunikasi yang sesuai, sehingga terkadang ekspresi wajah mereka tampak kosong atau tanpa reaksi.

Dalam majalah Forbes, seorang kepala riset Vistage Joe Galvin mengungkapkan bahwa Gen Z stare sering disalahartikan sebagai bentuk ketidakpedulian.

Padahal menurutnya, perlu pemahaman meluas termasuk tentang adanya kesenjangan generasi yang semakin besar dalam komunikasi.

Banyak Ahli juga berpendapat jika Gen Z tidak begitu mampu untuk berbasa-basi atau berinteraksi dengan orang yang tidak mereka kenal, sebagian besar hal tersebut disebabkan oleh pandemi yang membuat Gen Z lebih banyak berkomunikasi secara online dibandingkan dengan generasi milenial maupun boomer yang lebih banyak berkomunikasi secara langsung.

Akibatnya, dalam percakapan nyata mereka bisa tampak lebih kaku atau pasif.

Sebenarnya Kritik antar generasi merupakan hal yang wajar terjadi, Ellen Hendriksen, seorang psikolog perilaku dan spesialis kecemasan sosial mengungkapkan bahwa setiap generasi memang cenderung mengkritik generasi di bawahnya.

Profesor Megan Gerhardt Universitas Miami dan pendiri Gentelligence.org juga berpendapat, jika fenomena Gen Z stare ini hampir sama dengan fenomena millenial pause, dimana fenomena itu terjadi ketika generasi milenial yang terdiam ketika berinteraksi dengan generasi yang lebih tua.

Dengan terus berkembangnya dunia digital dan interaksi sosial yang semakin beragam, Gen Z Stare mungkin akan menjadi ciri khas generasi ini di masa depan.

Namun, para ahli berharap adanya komunikasi terbuka lintas generasi agar fenomena ini tidak menjadi penghalang, melainkan jembatan pemahaman dalam masyarakat modern. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kikuk #tidak sopan #Gen Z #Gen Z Stare #Fenomena Gen Z Stare #boomer #generasi Z #tatapan kosong