RADARTUBAN- Sastrawan senior Indonesia, Taufiq Ismail, hari ini Senin (25/8), menerima penghargaan Bintang Mahaputra Nararya langsung dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprah dan dedikasi panjang Taufiq dalam dunia sastra dan budaya Indonesia.
Dalam upacara penganugerahan, Taufiq Ismail berdiri sejajar dengan sejumlah tokoh lintas profesi lain yang turut mendapat tanda kehormatan dari negara.
Meski kini usianya menginjak 90 tahun, Taufiq tetap dikenal sebagai sosok yang konsisten menyalakan api sastra Indonesia melalui karya-karyanya.
“Bintang Mahaputera Nararya diberikan kepada saudara Taufiq Ismail. Beliau berjasa luar biasa dalam bidang seni dan budaya, khususnya dalam penciptaan dan penyebaran sastra Indonesia, penyuntingan karya sastra, serta penerjemahan karya dunia,” ungkap pembawa acara dalam prosesi penganugerahan.
Taufiq Ismail sudah menorehkan jejak panjang dalam perkembangan sastra Indonesia sejak era 1960-an.
Ia dikenal sebagai penyair produktif sekaligus editor dan penggerak sastra yang memperkenalkan karya-karya Indonesia ke panggung dunia.
Puisinya banyak mengangkat persoalan sosial, kebangsaan, hingga moralitas, yang membuatnya relevan lintas generasi.
Selain menulis, Taufiq juga aktif sebagai pembicara, pengajar, hingga pembimbing generasi muda dalam bidang sastra.
Kiprahnya membuat namanya melekat sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan kesusastraan Indonesia modern.
Penghargaan dari Presiden Prabowo ini melengkapi deretan apresiasi yang sebelumnya telah diterima Taufiq Ismail.
Pada tahun 2016, Presiden Joko Widodo menganugerahkan Bintang Budaya Parama Dharma atas jasa-jasanya di bidang sastra dan kepenyairan.
Jauh sebelum itu, Taufiq juga sudah kerap mendapat pengakuan. Tahun 1970 ia memperoleh Anugerah Seni dari Pemerintah Indonesia.
Tahun 1977, ia meraih penghargaan internasional Cultural Visit Award dari Pemerintah Australia. Disusul tahun 1994, Taufiq kembali menerima South East Asia Write Award dari Kerajaan Thailand serta Penghargaan Penulisan Karya Sastra dari Pusat Bahasa.
Selain sebagai penyair, Taufiq juga dikenal sebagai figur yang tak henti menyalakan semangat literasi di kalangan generasi muda.
Melalui karya, ceramah, maupun aktivitasnya di dunia pendidikan, ia mendorong pentingnya membaca dan menulis sebagai fondasi peradaban bangsa.
Penganugerahan Bintang Mahaputra Nararya ini menjadi simbol penghormatan negara atas dedikasi seorang sastrawan yang selama puluhan tahun mendedikasikan hidupnya bagi seni, sastra, dan budaya Indonesia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni