Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Detik-Detik Haru Prabowo Anugerahkan Bintang RI Utama untuk Jenderal Hoegeng, Polisi Paling Jujur di Indonesia

Tulus Widodo • Selasa, 26 Agustus 2025 | 15:25 WIB
Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Utama kepada perwakilan keluarga Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8).
Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Utama kepada perwakilan keluarga Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8).

RADARTUBAN - Sejarah baru tercatat di Istana Negara, Senin (25/8). Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Utama, tanda kehormatan tertinggi negara, kepada Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso.

Nama Hoegeng selama ini lekat dengan simbol integritas, kesederhanaan, dan keberanian dalam menegakkan hukum.

Upacara berlangsung khidmat di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Tanda kehormatan diserahkan langsung Presiden Prabowo kepada keluarga besar almarhum, yang diwakili cucunya, Krisnadi Ramajaya Hoegeng (Rama) bersama sang istri Sheila R Hoegeng.

Saat nama Hoegeng disebut, suasana hening sejenak. Pembawa acara menegaskan jasa besar sang mantan Kapolri periode 1968–1971, yang dikenal publik sebagai figur polisi bersih tanpa kompromi.

“Beliau berjasa sangat luar biasa dalam bidang keamanan dan pelayanan masyarakat melalui kepemimpinan kepolisian yang bersih dan berintegritas. Penindakan tegas terhadap korupsi, perjudian, dan penyelundupan menjadi catatan penting. Serta pelayanan publik yang humanis,” ujar pembawa acara.  

Teladan Polisi Jujur, Simbol Integritas

Hoegeng lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, 14 Oktober 1921, dan wafat di Jakarta pada 14 Juli 2004.

Ia dimakamkan di TPBU Giritama, Kemang, Kabupaten Bogor.

Dalam kariernya sebagai Kapolri, Hoegeng menolak tunduk pada tekanan politik, bahkan ketika berhadapan dengan praktik penyelundupan, perjudian, hingga korupsi.

Kejujurannya membuat masyarakat menjulukinya sebagai “polisi paling jujur di Indonesia.”

Kesederhanaan hidup Hoegeng juga menjadi kisah legendaris.

Ia dikenal tidak tergoda fasilitas mewah, tetap teguh pada prinsip, dan selalu dekat dengan rakyat.

Nilai-nilai itulah yang kini ditegaskan kembali melalui penghargaan dari Presiden Prabowo.

Bintang Republik Indonesia Utama merupakan tanda kehormatan yang diatur dalam UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Penghargaan ini diberikan hanya kepada tokoh dengan jasa sangat luar biasa bagi keutuhan, kejayaan, dan kelangsungan bangsa.

Dengan penganugerahan ini, Hoegeng resmi masuk ke dalam jajaran penerima kehormatan negara paling prestisius.

Penghargaan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa integritas dan keberanian menegakkan hukum tetap relevan di tengah tantangan zaman.

Meski telah berpulang lebih dari dua dekade lalu, nama Hoegeng tetap harum di ruang publik.

Ia tidak hanya dikenang sebagai mantan Kapolri, melainkan sebagai teladan lintas generasi tentang arti menjadi aparat penegak hukum yang bersih, berani, dan berpihak kepada rakyat.

Presiden Prabowo dengan tegas mengukuhkan kembali jejak sejarah tersebut melalui penghargaan ini.

Detik-detik khidmat di Istana Negara hari ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa integritas Hoegeng adalah warisan abadi bagi bangsa Indonesia. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Hoegeng Iman Santoso #penghargaan #tanda kehormatan tertinggi negara #Bintang Republik Indonesia Utama #prabowo subianto