RADARTUBAN - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) melalui Danantara Investment Management (DIM) resmi menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan GEM Limited, perusahaan global asal China yang bergerak di bidang metalurgi hijau dan ekonomi sirkular.
Kerja sama ini mencakup rencana pembangunan fasilitas peleburan High-Pressure Acid Leach (HPAL) dengan kapasitas 66.000 ton nikel per tahun dalam bentuk endapan hidroksida campuran.
Nilai investasi proyek diperkirakan mencapai 1,42 miliar dolar AS atau setara Rp23,11 triliun (kurs Rp 16.277 per dolar AS).
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menilai kolaborasi dengan GEM Limited menjadi langkah penting dalam mempercepat transformasi sosial-ekonomi Indonesia melalui investasi strategis.
Menurutnya, kemitraan ini mendukung agenda hilirisasi nasional dengan tetap menekankan keberlanjutan dan inovasi.
“Integrasi penelitian, energi hijau, dan daur ulang siklus tertutup merupakan contoh proyek berdampak tinggi yang mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia dan mitra kami,” ujar Rosan dalam keterangan tertulis, Rabu (—/—/2025).
Proyek ini direncanakan melibatkan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) serta membuka peluang partisipasi bagi mitra global lainnya.
Selain itu, GEM Limited juga telah menunjukkan komitmen terhadap pengembangan SDM Indonesia, di antaranya melalui investasi 30 juta dolar AS untuk mendirikan laboratorium riset metalurgi bersama Institut Teknologi Bandung (ITB).
Inisiatif yang ditempatkan di Indonesia Green Industrial Park (IGIP) ini diproyeksikan dapat menciptakan hingga 80.000 lapangan kerja baru dalam lima tahun mendatang.
GEM Limited, yang berdiri pada 2001 di Shenzhen, tercatat di Bursa Efek Shenzhen dan Bursa Efek Swiss.
Perusahaan dengan lebih dari 11.000 karyawan ini beroperasi di China, Korea, Afrika Selatan, hingga Indonesia.
GEM dikenal sebagai pionir dalam daur ulang perkotaan, mengolah lebih dari 10 persen baterai kendaraan listrik dan limbah elektronik di China setiap tahunnya, serta memulihkan lebih dari 20 mineral penting seperti kobalt, nikel, dan litium.
Atas kontribusinya, GEM Limited diakui oleh World Economic Forum (WEF) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai pemimpin global dalam ekonomi sirkular.
Di Indonesia sendiri, perusahaan ini telah berinvestasi pada pengembangan material energi baru berbasis nikel, kawasan industri berteknologi tinggi, laboratorium inovasi, serta program beasiswa untuk mencetak lulusan magister dan doktor di bidang metalurgi. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama