Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

5 Penyebab Orang Baik Sulit Punya Sahabat Dekat Meski Murah Hati, Begini Menurut Penjelasan Ahli Psikologi

Dyah Ayu Oktiara Putri • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 15:10 WIB
Ilustrasi Pertemanan
Ilustrasi Pertemanan

RADARTUBAN – Meskipun memiliki sifat murah hati dan rela berkorban, banyak orang baik justru menghadapi kesulitan dalam menjalin persahabatan dan berpotensi dikhianati.

Berdasarkan prespektif psikologi yang dikutip dari Global English Editing, berikut ini lima penyebab utamanya :

1. Kesulitan Menetapkan Batasan

Orang baik sering kali tidak tega menolak permintaan orang lain. Mereka terbiasa mengatakan “ya” untuk membantu siapa pun yang membutuhkan.

Sikap ini memang terpuji, tetapi jika tidak memberikan batasan yang jelas, orang lain bisa meremehkan mereka.

Awalnya, memberi bantuan mungkin mendatangkan kebahagiaan, tetapi lama-kelamaan dapat menimbulkan kelelahan.

Padahal, menurut konselor sekaligus profesor di Northern Illinois University, Suzanne Degges-White, Ph.D, hubungan yang sehat harus dibangun atas dasar timbal balik. Tanpa itu, persahabatan sejati sulit tumbuh.

Baca Juga: Tips Membangun Pertemanan di Kampus untuk Mahasiswa Pemalu dan Introvert agar Lebih Mudah Beradaptasi

2. Meremehkan Kebutuhan Sendiri

Banyak orang baik tidak terbiasa mengungkapkan kebutuhannya sendiri. Mereka merasa enggan merepotkan orang lain, bahkan saat sedang menghadapi masalah.

Padahal, meminta dukungan dari orang terdekat bukanlah kelemahan, melainkan bentuk kepedulian bersama.

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa membuka diri untuk menerima bantuan justru dapat memperkuat ikatan pertemanan dan mendorong timbal balik positif.

3. Memaksakan untuk Mengurus Orang Lain

Orang baik kerap membagi waktunya untuk banyak pihak mulai dari teman kerja, lingkungan sosial, hingga keluarga besar.

Mereka selalu hadir sebagai penolong, tetapi akhirnya kehabisan waktu dan energi emosional untuk memelihara persahabatan yang mendalam.

Akibatnya, meskipun mengenal banyak orang, mereka jarang memiliki sahabat yang benar-benar dekat. Padahal, hubungan yang kuat membutuhkan konsistensi dan perhatian yang berkesinambungan.

4. Kebaikan yang Sering Disalahartikan

Kebaikan hati kadang ditafsirkan secara keliru oleh orang lain. Beberapa orang melihatnya sebagai tanda kelemahan, seolah-olah orang baik itu naif, pasif, dan mudah diabaikan.

Dalam situasi tertentu, hal ini bisa membuat orang jahat terus memanfaatkan mereka.

Karena itu, penting bagi orang baik untuk menetapkan batasan tegas agar kebaikan tidak dianggap sebagai kelemahan.

5. Terlalu Mudah Percaya dan Dermawan

Mengutip Uniqorner, sifat mudah percaya juga membuat orang baik rentan dikhianati.

Sikap positif dan berbaik sangka memang penting, tetapi memberi kepercayaan terlalu cepat bisa berbahaya.

Kecenderungan ini membuka peluang bagi orang yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan kebaikan mereka, yang pada akhirnya hanya berujung pada rasa kecewa

Menjadi orang baik tentu merupakan hal mulia. Namun, tanpa kesadaran akan batasan, kebutuhan diri, serta selektivitas dalam mempercayai orang lain, kebaikan itu bisa membuat seseorang rentan tersakiti.

Persahabatan yang sehat memerlukan keseimbangan antara memberi dan menerima, serta keberanian untuk menjaga diri sendiri agar tidak dimanfaatkan.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Dikhianati #murah hati #kesulitan punya teman #psikologi #persahabatan #sahabat