RADARTUBAN — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan agar aksi unjuk rasa tidak berujung anarkis.
Ia meminta massa menyampaikan aspirasi tanpa merusak fasilitas umum maupun membakar aset negara.
“Jangan melampiaskan kekecewaan dengan perusakan, penjarahan, atau membakar gedung bersejarah. Itu hanya akan merugikan kita semua,” ucap Dedi.
Dedi mengakui Pemprov Jabar masih memiliki banyak kekurangan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Meski begitu, ia mengajak warga tetap menjaga keamanan lingkungan dan tidak mengorganisir kelompok yang hanya ingin membuat kerusuhan.
“Apalagi sampai melibatkan pelajar di bawah umur,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas segala keterbatasan pemerintah sekaligus mengapresiasi masyarakat yang menahan diri agar tidak sampai berbuat anarkis.
“Mari kita rawat kebersamaan dan keharmonisan Jawa Barat,” tutur mantan Bupati Purwakarta itu.
Seperti diketahui, aksi unjuk rasa gabungan mahasiswa, ojek online, dan warga Bandung di depan Gedung DPRD Jabar, Jumat (29/8) malam, sempat ricuh.
Massa membakar mobil dan rumah aset MPR RI, serta merusak sejumlah fasilitas umum.
Bentrokan dengan aparat pun tak terhindarkan, ditandai suara petasan hingga gas air mata. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni