RADARTUBAN- Setelah ditemui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, tidak berselang lama demonstran di Gedung Negara Grahadi Surabaya memanas dan melakukan aksi anarkis.
Tepat pukul 20.40 Khofifah turun menemui massa, tak berselang lama setelah 30 menit Khofifah kembali masuk kedalam gedung, massa melemparkan batu, kayu, botol hingga menyalakan petasan ke arah Gedung Grahadi.
Massa juga mencopot papan pilar gerbang kemudian membakarnya di depan gedung. Kerusakan juga terjadi dimana pintu gerbang sisi barat Grahadi jebol karena massa bertindak anarkis.
Puncak kericuhan terjadi tepat pada pukul 21.56 WIB, massa membakar bangunan barat Grahadi yang berada tepat di pintu gerbang dekat SMA Trimurti.
Bangunan yang hangus terbakar hingga ke bagian atap tersebut biasa digunakan para wartawan untuk parkir kendaraan.
Dikutip dari jawapos.com hingga saat puncak kericuhan terjadi hanya aparat TNI yang berjaga di Grahadi Surabya, tidak terlihat aparat kepolisian sama sekali.
Pembakaran ini menambah daftar kerusuhan di Grahadi, sehari sebelumnya massa juga melakukan pembakaran terhadap belasan sepeda motor.
Sehingga membuat kondisi Surabaya terutama pusat kota masih dalam situasi mencekam.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni